Konsep Basis Data

Pengertian Basis Data

Basis Data terdiri dari kata Basis dan Data. Menurut pengertian di Kamus Besar Bahasa Indonesia, Basis berarti suatu asas, dasar, atau markas, sedangkan data berarti fakta tentang sesuatu di dunia nyata yang direkam dan disimpan dalam media komputer.

Menurut para ahli, Basis data mempunyai arti suatu kumpulan dari data yang saling berhubungan. Data – data tersebut disusun dan diorganisasikan secara terstruktur sedemikian hingga mudah untuk dimanfaatkan atau diperoleh suatu informasi yang bermanfaat.

Terdapat juga definisi mengenai Basis Data, yaitu kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redundancy) yang tidak perlu, untukmemenuhi berbagai kebutuhan.

Jika kita melihat dari definisi – definisi tersebut, maka kita akan memperoleh kata kunci – kata kunci yang penting. Kata kunci – kata kunci tersebut adalah :

  • kelompok data
  • diorganisasikan
  • tanpa pengulangan
  • dimanfaatkan kembali

Kata kunci – kata kunci tersebut merupakan ciri – ciri basis data. Dengan kata lain, basis data pasti merupakan suatu kelompok data yang saling berhubungan. Dalam suatu basis data hanyalah terdapat data yang unik / tidak terdapat data yang kembar. Data – data tersebut diorganisasikan agar dapat dimanfaatkan sebagai informasi yang berguna.

Sementara dari sisi manajemen, basisdata dapat dipandang sebagai berikut :

  • Basis data merupakan kumpulan data yang memodelkan aktifitas” yang terdapat didalam enterprise-nya .
  • Basis data merupakan kumpulan data non-redundant yang dapat digunakan bersama (shared) oleh sistem aplikasi yang berbeda.
  • Basis data merupakan kumpulan data non redundant yang salaing terkait satu sama lainya yang dinyatakan oleh atribut”kunci dari tabelnya

Kelompok Data

Basis data dikatakan sebagai kelompok data maksudnya adalah bahwa basis data terdiri dari beberapa data yang dikelompokan.

Studi kasus :

Terdapat tiga orang mahasiswa yang mempunyai data sebagai berikut :

Mahasiswa pertama :

Nama  : Rahadian Dustrial Dewandono

NRP     : 5108100032

Mahasiswa kedua :

Nama  : Ade Pramono Simanjuntak

NRP     : 5108100004

Mahasiswa ketiga :

Nama : Ahmad Yusuf Rahardjo

NRP     : 5108100015

Data – data tersebut merupakan basis data karena merupakan suatu kelompok data. Pada contoh studi kasus di atas, kelompok data tersebut terdiri dari :

  • kelompok data nama mahasiswa
  • kelompok data NRP mahasiswa.

Kedua kelompok data tersebut adalah kelompok data yang saling berhubungan. Jika kita mencari nama dari seorang mahasiswa, maka kita bisa mencari data nama tersebut berdasarkan data NRP orang yang kita cari.

Pengorganisasian Data

Selain merupakan suatu kelompok data, dalam pengertian basis data, kelompok data tersebut harus diorganisasikan secara tersetruktur. Salah satu cara mengorganisasikannya adalah dengan membuat suatu tabel data.

Pada studi kasus sebelumnya data – data masih belum diorganisasiakan. Kumpulan – kumpulan data di atas akan lebih jelas bila diorganisasikan sebagai berikut :

Data Mahasiswa
No NRP Mahasiswa Nama Mahasiswa
1 5108100032 Rahadian Dustrial Dewandono
2 5108100004 Ade Pramono Simanjuntak
3 5108100015 Ahmad Yusuf Rahardjo

Pada tabel data di atas, kumpulan – kumpulan data sudah diorganisasikan secara lebih terstruktur sehingga dapat memudahakan pembacaan data.

Optimalisasi dalam pengorganisasian data bisa dilakukan salah satunya dengan mengurutkan isi tabel data tersebut berdasarkan suatu kunci.

Misalnya, kita data NRP kita pilih sebagai patokan dalam mengurutkan tabel data. Maka tabel tersebut akan berubah seperti berikut :

Data Mahasiswa
No NRP Mahasiswa Nama Mahasiswa
1 5108100004 Ade Pramono Simanjuntak
2 5108100015 Ahmad Yusuf Rahardjo
3 5108100032 Rahadian Dustrial Dewandono

Tabel data mahasiswa setelah diurutkan berdasarkan NRP terlihat lebih terstruktur dan lebih mudah dibaca. Pada data yang sangat besar, akan sulit sekali untuk mecari informasi mengenai nama mahasiswa jika data besar tersebut tidak terurut.

Tanpa Pengulangan Data / Data Unik

Dalam pengertian basis data, terdapat kata kunci “tanpa pengulangan”. Hal ini mempunyai arti bahwa setiap data yang disimpan pada basis data berbeda satu dengan lainnya. Meskipun terdapat dua data yang sama, pasti terdapat perbedaan pada properti lainnya. Perbedaan ini yang kemudian kita sebut dengan unique key.

Studi kasus :

Terdapat kumpulan data nilai mata kuliah mahasiswa yang diinformasikan pada tabel berikut :

No NRP Nama Mahasiswa Nilai Mata Kuliah
Basis Data Sistim Digital
1 5108100002 Muhammad Suindro 90 70
2 5108100005 Lailatul Husni 80 80
3 5109100013 Maman Supraman 95 70
4 5109100044 Muhammad Suindro 80 90

Pada tabel data di atas, terdapat beberapa data yang sama. Namun, jika kita teliti lebih detil, terdapat properti data yang pasti tidak sama antara satu data dengan data lainnya. Data yang pasti tidak sama adalah data NRP.

Dalam basis data, akan sangat tidak efektif jika kita menyimpan dua atau lebih data yang mempunyai kesamaan di setiap properti datanya. Jika terdapat data yang benar – benar sama, maka data yang disimpan adalah salah satunya saja.

Dimanfaatkan Kembali

Suatu basis data pasti bisa dimanfaatkan kembali. Hal ini mempunyai arti bahwa kita bisa memanfaatkan kembali suatu data yang mungkin kita anggap tidak penting dan tidak layak untuk disimpan. Pemanfaatan kembali tersebut bisa dilakukan dengan cara pengorganisasian kembali atau penggabungan dengan data – data yang lebih baru.

Studi kasus :

Ada dua dosen, Bu Umi dan Bu Yuhana. Kedua dosen tersebut mempunyai data mahasiswa yang berbeda properti data-nya.

Bu Umi memiliki data biaya kebutuhan hidup mahasiswa per bulan. Data tersebut memiliki properti NRP, nama, dan biaya kebutuhan hidup. Sedangkan Bu Yuhana memiliki data indeks prestasi mahasiswa. Data Bu Yuhana memiliki properti NRP, nama, dan Indeks Prestasi Mahasiswa.

Tabel data biaya kebutuhan hidup mahasiswa per bulan :

No NRP Nama Mahasiswa Biaya Hidup Mahasiswa
1 5108100002 Muhammad Suindro Rp 800.000,00
2 5108100005 Lailatul Husni Rp 750.000,00
3 5109100013 Maman Supraman RP 1.000.000,00

Tabel data indeks prestasi mahasiswa :

No NRP Nama Mahasiswa IPK
1 5108100002 Muhammad Suindro 3,55
2 5108100005 Lailatul Husni 2,78
3 5109100013 Maman Supraman 3,88

Dari kedua kumpulan data tersebut, kita bisa memanfaatkan kembali dan menciptakan data baru, yakni data prestasi mahasiswa dan biaya hidup mahasiswa.

Tabel hasil penggabungan dari tabel kebutuhan hidup mahasiswa per bulan dan tabel indeks prestasi mahasiswa :

No NRP Nama Mahasiswa Biaya Hidup Mahasiswa IPK
1 5108100002 Muhammad Suindro Rp 800.000,00 3,55
2 5108100005 Lailatul Husni Rp 750.000,00 2,78
3 5109100013 Maman Supraman RP 1.000.000,00 3,88

Dari hasil penggabungan dua buah data tersebut, kita bisa mendapatkan informasi lebih banyak. Kita bisa mengetahui biaya hidup seorang mahasiswa dan sekaligus dapat mengetahui berapa indeks prestasinya.

Dengan basis data, perubahan atau pembaharuan data yang dapat dilakukan tanpa mempengaruhi komponen lainya di dalam sistem yang bersangkutan baik, perubahan format data (konversi), struktur file, atau relokasi data dari satu perangkat ke perangkat yang lainya.

 

Manfaat Konsep Basis Data

Sangat jarang sekali ditemui data – data yang disajikan tanpa menggunakan konsep basis data. Hal ini dikarenan banyak sekali manfaat yang didapat dari penggunaan konsep basis data. Manfaat konsep basis data antara lain :

Kecepatan dan Kemudahan dalam Pengaksesan Data

Jika data disajikan dengan menggunakan konsep basis data, pengguna akan lebih mudah dan cepat dalam mengakses data. Lebih cepat karena data tersaji lebih terstruktur sehingga pengguna mudah untuk menemukan data yang dicarinya. Lebih mudah karena untuk pemutahiran tidak diperlukan pengubahan data secara keseluruhan. Intinya, kecepatan dan kemudahan bisa dirasakan pada saat proses penyimpanan data, pemutahiran data, dan penampilan kembali data.

Keefisienan Penyimpanan Data

Telah diketahu bahwa padaa basis data, semua data harus merupakan data – data yang unik atau berbeda satu dan lainnya. Oleh karena itu tidak akan terjadi suatu pengulangan penyimpanan data – data yang sama sehingga ruang penyimpanan yang dibutuhkan lebih efisien.

Selain tidak adanya suatu pengulangan penyimpanan data yang sama, kefisienan basis data juga didukung oleh kemampuan basis data untuk dipakai kembali. Dua atau lebih kumpulan data bisa dimanfaatkan kembali sehingga bisa mengoptimalkan ruang penyimpanan kumpulan – kumpulan data tersebut.

Keakuratan Data Lebih Tinggi

Agar pengguna tidak melakukan kesalahan saat pembacaan data, penyajian data bisa dilakukan berdasarkan katagori – katagori tertentu. Pada teknologi terkini, pengguna juga bisa memanfaatkan fitur pencarian suatu data.

Kebersamaan (Sharability)

Jika data diakses oleh beberapa pengguna, pastinya dibutuhkan sistim pengaksesan secara paralel agar seluruh pengguna bisa mengakses data secara bersama – sama. Dengan teknologi jaringan terkini, bukan merupakan hal yang tidak mungkin lagi jika ada beberapa pengguna yang dapat mengakses data pada basis data yang sama secara bersama – sama.

Kelengkapan (Completeness)

Fakta yang terjadi pada dunia ini pasti tidak konstan. Ada perubahan yang terjadi di tiap waktunya. Begitu juga dengan data yang di simpan dalam basis data. Oleh karena itu, dengan menggunakan basis data, pengelola data dapat dengan mudah melengkapi atau mengubah data – data yang tidak sesuai.

Ketersediaan (Avaiblity)

Pengelolaan data dengan menggunakan konsep basis data dan didukung dengan teknologi jaringan terkini memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mengaksesnya. Salah satu kemudahan itu adalah tersedianya data dalam media internet sehingga user bisa mengaksesnya kapan dan di mana saja.

Penerapan Konsep Basis Data

Dalam implementasinya, konsep basis data bisa diterapkan, tidak hanya dengan menggunakan teknologi komputer, tetapi juga bisa diterapkan dengan cara manual. Berikut penjelasan kedua cara pengelolaan basis data

Pengelolaan Basis Data Secara Manual

Basis data dapat dikelola secara manual dan sederhana. Misalnya saja kita menyimpan “record” mahasiswa yang dikumpulkan dalam satu map, kemudian kumpulan map tersebut disimpan dalam filing cabinet.

Berikut adalah contoh pengelolaan basis data secara manual :




…………


Amir

Abdullah

Setiap mahasiswa memiliki satu map yang berisi data tentang dirinya seperti Nama, Nomor Pokok, Tahun Masuk, Semester, Nilai setiap mata kuliah, dan sebagainya. Dalam hal ini maka seluruh filing kabinet tersebut merupakan suatu basis data. Sedangkan setiap map mahasiswa yang berisi data mahasiswa tersebut merupakan suatu cantuman data (record). Sedangkan isi map tersebut yaitu Nama Mahasiswa, Nomor Pokok, Tahun masuk, Semester, Nilai dan lain-lain merupakan suatu ruas (field).

Basis data yang dikelola secara manual ini memiliki banyak sekali keterbatasan. Basis data ini hanya bisa disusun menurut salah satu ciri saja, misalnya menurut nama mahasiswa. Jika basis data ini sudah disusun menurut nama mahasiswa, maka tidak mungkin basis data ini disusun lagi menurut misalnya nomor pokok mahasiswa. Susunan tersebut kemudian akan menjadi titik cari (access point) bagi setiap cantuman (record) basis data tersebut. Dengan demikian maka setiap cantuman pada basis data tersebut hanya bisa dicari melalui satu titik cari saja. Misalnya map pada filing kabinet

tersebut disusun menurut abjad nama mahasiswa, maka setiap map tersebut bisa dicari hanya bila kita mengetahui nama mahasiswa yang bersangkutan. Bila kita tidak tahu nama mahasiswa, tetapi hanya tahu nomor pokoknya saja maka dapat dipastikan bahwa kita tidak akan dapat mencari map mahasiswa yang kita maksud. Sebaliknya juga terjadi, bila map tersebut kita susun menurut urutan nomor pokok mahasiswa, maka bila kita hanya tahu nama mahasiswa, tetapi tidak tahu nomor pokok mahasiswa tersebut maka dapat dipastikan bahwa kita tidak akan menemukan map mahasiswa yang kita inginkan. Jadi pengelolaan basis data secara manual sangat tidak fleksibel

PENGELOLAAN BASIS DATA DENGAN KOMPUTER

Data mahasiswa yang kita miliki dapat kita kelola dengan menggunakan komputer. Tentu saja kita memerlukan perangkat lunak untuk mengelola data tersebut. Data tersebut kita buatkan ruas-ruas datanya, seperti misalnya:

Nama Mahasiswa : Abdul Rahman Saleh
Nomor Pokok: 150204
Tahun masuk: 1997
Semester: 1
Dan seterusnya

Setiap mahasiswa mempunyai struktur data yang sama. Kita tinggal mengisikan data masing-masing mahasiswa. Setelah pengetikan data (inputting) ke komputer selesai, maka data tersebut diproses lebih lanjut, misalnya diindeks, diurut menurut urutan yang kita kehendaki dan lain-lain. Cantuman tersebut dapat dilacak kembali dengan menggunakan elemen data yang sudah dimasukkan, misalnya nomor pokok, tahun masuk dan lain-lain. Artinya tidak terbatas kepada urutan data yang kita gunakan dalam menyusun basis data tersebut.

Kapankah Basis Data Digunakan?

Basis data digunakan ketika

  • pengorganisiran suatu data sudah mulai menjadi kompleks,
  • mulai terasa lambat dalam mengaksesnya,
  • mulai terjadi kekurangan space untuk menampung data tersebut,
  • keakuratan berkurang,
  • serta membutuhkan keamanan yang lebih terhadap data tersebut.

Studi Kasus :

Dalam perbankan suatu bank, semua account nasabah bank, transaksi, jumlah uang yang disimpan, dll disimpan dalam database yang memiliki security dan stabilitas tinggi agar data nasabah tersebut tidak hilang, karena hilangnya database suatu nasabah dapat membuat semua uang nasabah hilang.

Pengguna Basis Data

Bank : Pengelolaan data nasabah, akunting, semua transaksi perbankan.

Bandara: Pengelolaan data reservasi, penjadualan, management penumpang, management pesawat terbang.

Universitas:  Pengelolaan pendaftaran, alumni, mahasiswa, dosen, pegawai.

Penjualan: Pengelolaan data customer, produk dan penjualan.

Pabrik:  Pengelolaan data produksi, persediaan barang, pemesanan barang, agent penjualan, pengelolaan akomodasi barang.

Kepegawaian:  Pengelolaan data karyawan, gaji, pajak

Telekomunikasi : Pengelolaan data tagihan, jumlah pulsa

System Engineer : Sebagai lahan pekerjaannya, pengembangan basis data.

Database Administrator : Mengontrol DBMS dan software-software, Memonitor siapa yang mengakses basis data, Mengatur pemakaian basis data, Memeriksa security, integrity, recovery dan concurency

Kependudukan : pengelolaan sumber daya penduduk suatu daerah, pendapata, umur, tempat tanggal lahir, jumlah anak, dsb.

Studi Kasus :

Suatu forum internet memiliki banyak data yang saling terkait, baik admin, user, donator, thread, post, reputation power, trusted indicator, dsb. Dari element-element tersebut, digunakanlah basis data dalam maintenancenya, contoh :

Katagori Member, mencakup: admin, user, donator, vip member dimana setiap member memiliki reputation power, trusted indicator, jumlah post, member indicator, join date, email, lokasi, dll.

Berikut adalah contoh database member :

ID Status Reputation Trusted Post Join date Email
Pewgaskin Admin 11/100 80/100 1867 June 2006 pwgsk@yahoo.com
Ejo_T Donator 8/100 45/100 342 Dec 2009 ejot@gmail.com
Suphino Vip_member 66/100 60/100 2909 Feb 2007 sirpo@live.com
Moha2010 user 5/100 25/100 1231 July 2006 akamoha@yahoo.com

Berikut adalah contoh database thread :

category Judul creator post Member in posted start closed Viewed
PC Desktop Permasalahan PC Tipiko_22 22  posts Ejo_t, suphino, nika, tutur, speed32,….. 23 Jan 2010 - 201
VGA/Display VGA tercepat AndreAja 102 posts AndreAja, natha,theBolgu,Lonesome,kuchai,dodol_garut,… 10 Dec 2009 - 50

Dari dua database tersebut saling berhubungan, dimana dalam suatu thread akan terdapat daftar member yang post sehingga jumlah post member akan bertambah pada database member

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s