Dalam kehidupan modern ini, sangatlah banyak film atau pop culture lainnya yang memuat suatu entitas mematikan yang bernama bom waktu. Bahkan dalam kehidupan sehari – hari, banyak kita dengar berita – berita di media massa tentang bom yang meledak, yang menghasilkan kerusakan yang bervariasi, mulai dari sekedar kerusakan properti, hingga ribuan nyawa yang terenggut karenanya.
Seringkali bom waktu yang kita lihat melalui media massa maupun film, menggambarkan sesuatu yang begitu mudah untuk dijinakkan, sebuah benda film aksi yang sekedar tantangan dari sang karakter utama, menutupi kenyataan sesungguhnya dari sebuah bom waktu, sebuah mesin pembunuh massal yang penuh dengan intrik, sebuah benda iblis yang meninggalkan sang penjinak diliputi berbagai perasaan yang berkecamuk, saat dihadapkan satu lawan satu dengan bom waktu.
Hal inilah yang diangkat dalam game berjudul 120 Seconds ini, dengan judul yang diambil dari 120 detik yang menentukan meledak tidaknya sebuah bom waktu.
Akisah, dalam game pemain akan diberikan karakter utama, seorang wanita yang merukapan ace dari tim penjinak bom GEGANA. Wanita tersebut dapat dinamakan sesuai dengan keinginan pemain, dan ia menjadi penjinak bom setelah ayahnya yang seorang tentara terbunuh di konflik timur tengah dikarenakan sebuah bom. Dikarenakan prestasinya di bidang penjinakkan bom, ia dikirim sebagai salah satu wakil Indonesia di pasukan gabungan di PBB, yang berangkat untuk mengatasi konflik di Libya, lebih tepatnya di kota Mirata.
GAMEPLAY
· Pemain akan diberikan berbagai bom untuk dijinakkan dengan menggunakan berbagai peralatan yang tersedia
· Bom dapat dijinakkan dengan menggunakan peralatan dengan menggerakkan jari pemain sesuai dengan aktivitas yang diperlukan dalam menjinakkan bom, misalnya memilih tang potong kemudian digunakan untuk memotong kabel bom
· Diantara misi menjinakkan bom nantinya pemain dapat berbicara dengan karakter NPC yang bisa memberikan petunjuk untuk stage slanjutnya
NILAI EDUKASI
· Game ini mebawakan tema perang dengan berbagai nilai – nilai kemanusiaannya, bagaiman situasi dalam perang dapat benar – benar berbeda dari kehidupan nyata, dan juga menggambarkan kengerian sebuah bom
· Game ini juga membawakan perlunya hati yang siap untuk mengambil keputusan singkat dalam kondisi yang sulit
· Selain itu juga menggambarkan peran wanita dalam perang, yang juga merupakan seorang serdadu yang memiliki kapasitas sebagaimana serdadu pada umumnya
REALITAS VIRTUAL
REALITAS FAKTA :
· Meskipun dari segi cerita adalah fiktif, namun konflik di Libya benar – benar terjadi, dan kota Misrata merupakan salah satu daerah konflik yang terburuk
· Adapun bom – bom yang ada di dalam cerita juga merupakan reka ulang dari berbagai bom yang ada di dunia ini
REALITAS SEBAB AKIBAT :
· Apabila pemain melakukan kesalahan dalam menjinakkan bom, dapat berakibat kematian dan kegagalan dalam mencapai GOOD ENDING
REALITAS ACAK :
· Nantinya dalam gameplay akan ditemui berbagai kabel yang merupakan komponen bom, kabel mana yang harus dipotong merupakan sesuatu yang tidak pasti, atau random
REALITAS FISIKA :
· Karena merupakan puzzle game, tidak terdapat realitas fisika yang diterapkan langsung pada permainan
REALITAS AUDIO VISUAL :
· Terdapat gambar dan suara yang mendukung atmosfer dari game
TECHNICAL INFORMATION
PLATFORM : Windows Presentation Form (WPF)
PROGRAMMING LANGUAGE : C#
SCREEN SHOT
DEVELOPER
Rahadian Dustrial Dewandono : Main Programmer
Rama Nurdian Pramudita : Storywriter dan Sound Director
Rendi Budiman : Main Artist
Khalifa Filardha : Game Designer dan Character Designer
VIDEO TRAILER
http://www.youtube.com/watch?v=vepi5JYXzMo&feature=player_embedded