Saat kita dilanda kegelisahan,
saat kita berada di dalam kegelapan,
saat asa kita dalam kondisi tertekan,
saat itulah ia memberikan secercah harapan.
Ia bersinar sebagai penunjuk jalan.
Ia memberi kehangatan.
Ia rela berkorban.
Ia adalah sebuah lilin harapan..
Tahukah engkau, siapa sosok lilin yang tidak akan kunjung padam?
Dialah ibu kita yang menyemangati kita disaat kita letih.
Dialah ibu kita yang menemani perjuangan kita dalam menggapai impian.
Dialah ibu kita yang menangis dalam mendoakan putra – putrinya.
Dialah ibu kita yang menaruh sejuta harapan kepada masa depan kita.
Dialah ibu kita yang tegar dan rela berkorban untuk mendewasakan kita.
Duhai ibundaku..
terima kasih engkau telah mengorbankan tenaga serta pikiranmu untuk membesarkanku hingga aku tumbuh dewasa.
Duhai Ibundaku..
terima kasih engkau telah mengajariku arti kemandirian hingga aku bisa berdiri tegak seperti sekarang.
Duhai Ibundaku..
terima kasih engkau telah mengajariku arti perjuangan hingga aku bisa meraih berbagai capaian – capaian strategisku.
Duhai Ibundaku..
terima kasih engkau selalu mendoakan anakmu ini untuk meraih kesuksesan di setiap sepertiga malam terakhirmu.
Mohon maaf Ibu,
anakmu yang masih lemah ini belum bisa membalas seluruh jasa – jasamu.
Mohon maaf Ibu,
anakmu yang sok sibuk ini terkadang tidak meluangkan waktu untuk sekedar membalas pesan singkat darimu.
Mohon maaf Ibu,
anakmu ini hanya bisa mengobral beribu rencana untuk meraih hari esokku yang lebih cerah.
Mohon maaf Ibu,
anakmu ini hanya bisa mendoakanmu agar Tuhan menyayangimu seperti engkau dulu menyayangiku semenjak aku masih kecil.
Selamat hari ibu, Ibu …
Terima kasih sudah menjadi lilin yang tak akan kunjung berhenti menerangiku..