
A : “Wah, mas Toton minggu depan nikah nih. Kamu rencana kapan bro?”
B : “Yaahh, ntar lah kalo sudah siap”
A : “Emangnya siapmu kapan?”
B : “Hmm. Yaa ntar lah kalo sudah kerja kalo sudah mapan.”
A : “Lho, mapan itu tolok ukurnya seperti apa bro?”
B : “(muka suram, tanda berpikir keras”) Wis ta lah, ini kan urusan pribadiku. Kok kamu intrograsi kayak gini..
Jedaarr.. ceritanya ancur 
Ya, itulah percakapan yang sering terjadi di kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa tingkat akhir, yang galau akan 2 TA (TA:Tugas Akhir dan waniTA). Menyempurnakan separuh agama-lah, mencari tulang rusuk yang patah-lah, mencari pendamping hidup-lah, apa sajalah istilahnya, itu menjadi salah satu rencana strategis dalam hidup kita. Kapan itu kita lakukan? Ya, saat kita sudah siap. Akan tetapi, sebagian besar dari kita belum mendefinisikan kata siap itu. Masih nggelambyar 
Continue reading →
-7.281667
112.794722