Ciri–ciri Kaum yang Beriman

imageOrang yang beriman merupakan sebaik – baiknya orang yang ada di muka dunia ini. Siapa orang yang beriman itu? Tidak lain adalah, orang yang khusyuk dalam salatnya, orang yang menjauhi perkataan yang tidak berguna, orang yang menunaikan zakat, dan orang yang menjalankan amanah yang dipikulnya. Begitulah cuplikan dari beberapa terjemahan ayat Al Mu’minun. Ya, kali ini ustad Musholi, pembicara Kajian Islam Kontemporer PPSDMS mentadaburi surat Al Mu’minun.


Iman bagai Sebuah Pondasi

Selayaknya bangunan, pondasi merupakan pijakan yang kuat untuk menompang seluruh bagian dari bangunan tersebut. Begitu pun keimanan kita. Iman merupakan pondasi ideologis dari seluruh tindakan kita di dunia. Hakikatnya, tujuan hidup kita adalah untuk mencari kebahagiaan. Dengan adanya iman, kita bisa mencari kebahagiaan itu dengan cara yang benar dan diridhoi oleh Allah.

Sangat sia – sia jika sebuah bangunan bertingkat dekorasinya sangat mantap, arsitekturalnya sangat unik, tampilannya sangat menarik, namun tidak memiliki pondasi yang kuat. Bisa saja jika ada angin yang tidak begitu kencang, bagian itu roboh atau merobohkan diri karena tidak kuat menahannya. Begitu juga kita. Jika kita tidak memiliki dasar keimanan yang kuat, sebaik apapun amalan – amalan kita, sesempurna apapun pekerjaan kita, kita akan mudah jatuh saat kita menghadapi berbagai cobaan.

Siapa itu Orang yang Beriman?

Di Al Quran banyak surat yang menjelaskan mengenai ciri – ciri orang beriman. Begitu juga di Al Mu’minun. Pada KIK kali ini, dibahas 4 ciri – ciri orang beriman. Ciri – ciri itu antara lain:

Orang yang khusyuk dalam salatnya

Definisi khusyuk di sini adalah mereka mampu membayangkan akan bertemu dengan Allah saat zaman kiamat kelak. Mereka sangat menikmati salat mereka karena keyakinan mereka yang kuat tersebut.

Orang yang menjauhi perkataan yang tidak berguna

Sungguh rugi waktu kita jika kita tidak menggunakannya untuk terus memperbaiki diri dan mengingatkan satu sama lainnya. Apalagi perkataan atau perbuatan yang tidak berguna. Pastinya sangat tidak dianjurkan untuk tetap dilaksanakannya.

Salah satu ciri dari orang yang beriman adalah menjauhi perkataan atau perbuatan yang tidak berguna. Untuk itu, orang – orang beriman selalu berhati – hati di dalam setiap aktivitas mereka. Mereka selalu memastikan apakah setiap aktivitas mereka memberi kebermanfaatan bagi sesama atau tidak.

Orang yang menunaikan zakat

Zakat merupakan solusi untuk memberantas kemiskinan suatu kaum. Zakat juga bisa meningkatkan kepekaan kita akan masalah – masalah yang ada di masyarakat. Orang – orang yang beriman pasti tidak akan lalai dengan zakatnya.

Orang yang menjalankan amanah

Orang yang beriman selalu menjalankan amanah – amanahnya dengan sebaik – baiknya. Bagi mereka amanah merupakan ladang tempat mereka mencari keridhoan Allah. Mereka yakin semua amanah yang mereka lakukan dengan dilandasi iman yang kuat, akan berbuah manis di akhirat kelak. Bayangkan, jika setiap orang dalam suatu kaum, menjalankan amanahnya dengan sebaik – baiknya. Niscaya, tidak ada lagi masalah – masalah yang ada di masyarakat.

Sebenarnya masih banyak ciri – ciri orang yang beriman yang lain. Pada kesempatan ini, saya hanya menjelaskan beberapa ayat dari surat Al Mu’minun saja. Semoga kita termasuk di dalam kaum yang beriman. Amin.

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s