Orang yang beriman merupakan sebaik – baiknya orang yang ada di muka dunia ini. Siapa orang yang beriman itu? Tidak lain adalah, orang yang khusyuk dalam salatnya, orang yang menjauhi perkataan yang tidak berguna, orang yang menunaikan zakat, dan orang yang menjalankan amanah yang dipikulnya. Begitulah cuplikan dari beberapa terjemahan ayat Al Mu’minun. Ya, kali ini ustad Musholi, pembicara Kajian Islam Kontemporer PPSDMS mentadaburi surat Al Mu’minun.
Category Archives: Islam
Rahasia Sukses Pasca Kampus : Sektor Publik
oleh : P. Suyanto, Wakil Ketua DRPD Kota Surabaya
Sektor publik merupakan sektor keprofesian di ranah pengambil atau pembuat kebijakan publik. Sektor ini banyak disoroti oleh masyarakat karena menggunakan hal akses dan sumber daya publik. Bekerja secara profesional di dalam sektor ini gampang – gampang – susah. Jika tidak memiliki idealisme yang tinggi, bisa jadi kita terjerumus di lembah keburukan.
Untunglah pertanyaan – pertanyaan yang membuat kami, peserta latihan gabungan PPSDMS wilayah timur, bimbang terjawab sudah. Malah yang menjawab langsung dari praktisi sektor publik yang sudah makan garam cukup lama. Ya, beliau adalah Pak Suyanto, wakil ketua DPRD Kota Surabaya.
Hakikat Kesuksesan Hidup
oleh : P. Abdul Kadir, Ketua Yayasan Dana Sosial Al Fallah Surabaya
Sukses hakikatnya merupakan sebuah kondisi di mana kita berhasil menggapai capaian dan keinginan kita. Banyak tolok ukur kesuksesan yang bias kita gunakan untuk pedoman. Salah tidaknya kita dalam memaknai arti sukses bias ditentukan dari salah tidaknya variabel apa saja yang kita jadikan tolok ukur kesuksesan kita. Jika kita salah dalam memilih variabel tolok ukur kesuksesan, bias jadi hal – hal yang kita kejar merupakan kesia – siaan belaka.
O Allah.. You always Know What I Need
“Fighting has been enjoined upon you while it is hateful to you. But perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah Knows, while you know not.” {2:216}
Once again Guys. I found the magic of my life. Allah has shown and convinced me the truth of his verse of Quran. I believe that He knows what I need, though what I need is not what I want. And every gift of Allah is the best for me. ![]()
My Proposal of Life
Dear Allah..
Thanks for giving such wonderful History..
Now, I’m going to make
a Great STORY …
Bait di atas merupakan dialog saya kepada Tuhan saya. Saat itulah saya memberanikan diri untuk menyampaikan proposal kehidupan saya.
Ya Allah,
di saat iman ini sedang futur,
di saat semangat untuk berjuang di agama-Mu mulai redup,,
Jadikanlah video sederhana ini
sebagai charger iman dan semangat untuk kembali berjuang di jalan-Mu.
Amin …
Yuk Definisikan Kondisi SIAP Kita :)
A : “Wah, mas Toton minggu depan nikah nih. Kamu rencana kapan bro?”
B : “Yaahh, ntar lah kalo sudah siap”
A : “Emangnya siapmu kapan?”
B : “Hmm. Yaa ntar lah kalo sudah kerja kalo sudah mapan.”
A : “Lho, mapan itu tolok ukurnya seperti apa bro?”
B : “(muka suram, tanda berpikir keras”) Wis ta lah, ini kan urusan pribadiku. Kok kamu intrograsi kayak gini..
Jedaarr.. ceritanya ancur ![]()
Ya, itulah percakapan yang sering terjadi di kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa tingkat akhir, yang galau akan 2 TA (TA:Tugas Akhir dan waniTA). Menyempurnakan separuh agama-lah, mencari tulang rusuk yang patah-lah, mencari pendamping hidup-lah, apa sajalah istilahnya, itu menjadi salah satu rencana strategis dalam hidup kita. Kapan itu kita lakukan? Ya, saat kita sudah siap. Akan tetapi, sebagian besar dari kita belum mendefinisikan kata siap itu. Masih nggelambyar ![]()
Karena Cinta, Ia Mundur Tanpa Berita (1)

dakwatuna.com
Alhamdulillah dapat cerpen bagus. Cukup Menginspirasi. Eits, jangan baca hanya bagian 1 aja ya, bagian 2-nya juga
…
“Assalamu’alaikum. Akh, pekan depan bisa ngisi pengajian di majelis taklim mushalla Al-Ikhlas akh? Materinya tentang pentingnya akhlaq dalam pergaulan. Syukron”
“Ya. Insya Allah akh”.
Hampir tiap pekan akh Farid mendapatkan sms atau telepon seperti itu. Dari yang sekedar ngisi kultum sampai menjadi khatib Jum’at. Wajar saja, karena ia kuliah di salah satu kampus syariah ternama di kotanya. Namun tidak hanya itu, ia juga aktif dalam kegiatan sosial di lingkungannya. Continue reading
Karena Cinta, Ia Kembali Bahagia (2)
akwatuna.com – Satu bulan sudah, Farid berkutat dengan lingkaran kekecewaan, ada yang hampa dalam hidupnya, hilang arah tanpa tujuan, kini ia hanya menjalankan rutinitas kuliahnya saja, tanpa ruh dan semangat dakwah yang tinggi.
Dalam jangka waktu itu, ia pun hilang dalam lingkaran ukhuwahnya, tanpa kabar, ia sengaja menutup dirinya, ada perasaan malu, kecewa, marah, bercampur dalam satu warna hatinya. Meski ajakan untuk kembali ngaji terus menerus dilakukan oleh teman-temannya, tetapi ia kerap menolak dengan berbagai alasan. Continue reading
Perbaiki Diri Dulu, baru …
Minggu – minggu terakhir ini saya sangat bersemangat untuk meningkatkan kapasitas diri. Hmm. Hal ini dilatarbelakangi oleh deklarasi diri untuk siap menyempurnakan separuh agama di tahun 2013. Belum lagi, diperkuat juga oleh restu dari kedua orang tua. Ya Allah, semoga perbaikan diri ini tetap berdasarkan niat untuk memperoleh ridho-Mu. Amin ![]()
Bukannya karena mau menyempurnakan separuh agama saja, saya bersedia memperbaiki diri. Dari dulu insyaAllah saya senantiasa memperbaiki diri. Deklarasi tersebut bagaikan sebuah booster semangat untuk memperbaiki diri. Tetap landasan niatnya adalah karena Allah.
Ibu : Lilin yang Tak Kunjung Padam
Saat kita dilanda kegelisahan,
saat kita berada di dalam kegelapan,
saat asa kita dalam kondisi tertekan,
saat itulah ia memberikan secercah harapan.
Ia bersinar sebagai penunjuk jalan.
Ia memberi kehangatan.
Ia rela berkorban.
Ia adalah sebuah lilin harapan..
Tahukah engkau, siapa sosok lilin yang tidak akan kunjung padam?
Dialah ibu kita yang menyemangati kita disaat kita letih.
Dialah ibu kita yang menemani perjuangan kita dalam menggapai impian.
Dialah ibu kita yang menangis dalam mendoakan putra – putrinya.
Dialah ibu kita yang menaruh sejuta harapan kepada masa depan kita.
Dialah ibu kita yang tegar dan rela berkorban untuk mendewasakan kita.