Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan salah satu macam program computer yang memungkinkan pengguna untuk bekerja dengan menggunakan peta digital secara cepat dan fleksibel. [[1]] SIG biasanya digunakan untuk menampilkan informasi yang bersifat spasial, misalkan untuk menditeksi penyebaran penyakit demam berdarah, untuk mengetahui penyebaran penduduk, atau untuk melihat pemetaan cuaca. Dengan menggunakan SIG, informasi yang ditampilkan lebih jelas dan interaktif karena ditampilkan dengan menggunakan kakas bantu peta digital.
Category Archives: Rekayasa Perangkat Lunak
Software Slicing
Program slicing adalah teknik analisis program untuk menyederhanakan program dengan cara memfokuskan pada aspek tertentu yang dipilih dari semantik. Sepanjang proses slicing, akan dilakukan penghapusan beberapa bagian dalam program yang sudah diketahui tidak akan berdampak pada semantik yang diinginkan. Slicing dapat diaplikasikan pada beberapa aspek seperti testing dan debugging, re-engineering, pemahaman suatu program, dan software measurement.
Sebagai contoh, dalam debugging, fokus seorang debugger pada saat menganalisis tentunya hanya pada bagian – bagian dari program yang mungkin mengandung kesalahan dan bisa menyebabkan bug, bukan pada bagian – bagian yang sudah pasti benar dan tidak mungkin muncul bug dari bagian itu, disini Program Slicing berperan dengan menghilangkan bagian – bagian yang sudah pasti benar tersebut. Contoh teknisnya, adalah ketika seorang programmer meng-klik salah satu statement yang perlu untuk diperhatikan, contohnya karena nilai variabel yang salah, program slicer (tool untuk melakukan program slicing) akan menandai (highlight) semua statement dalam program yang mungkin menyebabkan nilai yang salah tersebut dalam bentuk hubungan antar entity dalam program seperti definisi variabel dan penggunaannya akan divisualisasikan Continue reading
Software Refactoring
Memproduksi sebuah perangkat lunak merupakan proses yang sangat kompleks dan membutuhkan banyak waktu. Perancangan sistem perangkat lunak yang buruk sangat sulit dipahami dan dipertahankan. Memodifikasi sebuah kode di suatu tempat dapat menyebabkan perubahan kode di tempat lain yang tidak diinginkan karena adanya faktor high-coupling. Menambahkan fitur-fitur baru pada sebuah perangkat lunak dapat menyebabkan penurunan pada kualitas kode jika desain dan arsitektur yang tepat tidak diterapkan. Pembangunan sebuah sistem seperti itu di perusahaan besar akan menyebabkan banyak kekhawatiran kecuali jika sistem secara berkala dirombak atau di-refactor dalam beberapa cara.
Software Refactoring merupakan bagian penting dalam pengembangan perangkat lunak, khususnya dalam fase pemeliharaan (maintanence). Beberapa penelitian menyebutkan bahwa harga (cost) pemeliharaan software lebih besar dari cost pengembangan software. Software Refaction dapat membantu pengembang untuk meningkatkan desain dari code dan membuatnya lebih bersih, tanpa merubah sifat dari code tersebut.
Refactoring merupakan sebiah proses perubahan sistem dari software dengan beberapa cara tanpa merubah sifat – sifat eksternal dari sebuah kode. Salah satu caranya adalah dengan memperbaiki struktur kode internal. Continue reading
Software Restructuring, Software Refactoring, dan Software Slicing
Dari sisi penggunaan, yaitu dimana ketiga aspek ini digunakan, jelas ada perbedaan dan kesamaan. Seperti :
- Software Slicing dapat memilah bagian-bagian tertentu dari sebuah modul menjadi excutable yang indenpenden yang bertujuan mengecek kebenaran dari sebuah code tersebut pada level debugging. Dimana fungsi ini tidak digunakan baik pada software restructuring maupun software refactoring.
- Software Refactoring memiliki beberapa kesamaan dengan software restructuring karena, ide awal dari software refactoring sendiri adalah berasal dari strukturisasi ulang dari sistem pemrograman berorientasi objek (OOP). Pengubahan struktur inilah yang memiliki kesamaan dengan software refactoring, akan tetapi software refactoring dilakukan pada bahasa pemrograman yang sama, tidak merubah bahasa pemrograman.
- Software Restructuring memiliki perbedaan yang signifikan dari pada sofware refactoring dan software slicing karena, sofware restructuring itu sendiri dapat merubah bahasa pemrograman yang digunakan demi membuat software yang mengalami restrukturing memiliki daur hidup yang lebih panjang (dapat beradaptasi dengan platform dan hardware yang baru) Continue reading
Systems Development Life Cycle
Pengertian SDLC dan Fase-Fasenya
System Development Life Cycle atau yang selanjutnya disebut dengan SDLC merupakan dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak, adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. Konsep ini umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi.
Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini membentuk suatu kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi, yaitu proses pengembangan perangkat lunak. Continue reading