Assalamualaikum Wr. Wb.
Easy-going, kerja keras, open-minded, terbuka, dan mandiri. Itulah sosok positif yang tergambar pada diri Dewa. Dia selalu ingin memperbaiki diri dengan menyikapi segala aktifitasnya sebagai pembelajaran. Anak yang ceroboh, slengekan, pelupa, dan egois ini aktif dalam berbagai aktifitas sosial, baik di organisasi, pelatihan, ataupun pengabdian masyarakat. Baginya, hal itu mampu memperkaya khasanah pembelajaran yang diterimanya.
Sosok yang lahir di Mojokerto pada tanggal 11 Maret 1990 ini berani untuk berbenah dan membenahi lingkungan agar lebih baik. Anak pertama dari dua bersaudara ini besar di kota Mojokerto. Bersekolah SD di SDN Gedongan 1, SMP di SMP Negeri 1 Kota Mojokerto, dan SMA di SMAN 1 Sooko Mojokerto menjadikan Mojokerto sebagai kota bagi Dewa untuk belajar sebelum memasuki bangku kuliah. Pengalaman terpilih menjadi duta wisata Kota Mojokerto membuatnya sangat mencintai kota kelahirannya itu.
Kepribadian sanguinis yang bercampur dengan sedikit melankolisnya menjadikannya bisa bersikap terbuka dan mudah menerima saran yang membangun. Dewa mampu menganalisis kelebihan, kekurangan, dan langkah perbaikan selanjutnya dari suatu masalah. Baginya, sakit hati sebentar karena diberi kritikan lebih baik daripada bahagia akan pencapaian keberhasilan yang semu.
Dewa memiliki visi yang jelas dan terarah. Visi hidup 50 tahun ke depan telah disusunnya dan dijadikannya sebagai motivasi untuk bekerja. Dia sangat suka bekerja dalam tim yang profesional dan proporsional. Meskipun agak dominan di dalam tim, Dewa mampu mengkolaborasikan berbagai solusi untuk menjadi pemecahan bersama. Dewa selalu bekerja dengan arahan yang jelas dengan terukur tingkat keberhasilannya. Untuk itu, baginya fase perencanaan dan perancangan harus benar – benar matang.
Orang yang beruntung masuk dalam PPSDMS, Forum Indonesia Muda, Young Leader for Indonesia, Young Leader Summit, Future Leader Summit, dan berbagai komunitas nasional ini gemar memperlebar sayap silaturahminya. Dia percaya bahwa silaturahmi meningkatkan rejekinya. Di benaknya, dia tidak tahu akan menjadi apa teman – temannya kelak. Bisa saja, suatu saat dia dibantu oleh beberapa orang yang telah dikenalnya itu. Memperlebar jaringan juga mampu memperluas wawasannya dalam berpikir dan bersikap.
Curriculum Vitae Dewa:
Wassalamualaikum Wr Wb.

