Tutorial PT (1) – Pengenalan Bahasa Pemrograman

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sebelum saya mulai tutorial kecil-kecilan dari saya pribadi, saya mohon kepada teman – teman agar tidak gampang merasa bosan dengan “barang-barang”saya. He3.. Maksud barang-barang di sini adalah sesuatu yang akan saya share kepada teman-teman yang mungkin sebagian dari teman-teman sudah sangat paham tentang hal itu.

Bahasa pemrograman pada dasarnya adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Sejak kecil sebenarnya kita telah dilatih untuk me”mrogram” sesuatu. Akan tetapi bahasa pemrograman pada otak kita hanya diketahui oleh syaraf-syaraf nano di sel-sel otak kita. Kita masih belum mampu untuk mengeluarkannya dalam bentuk kata-kata ataupun menggambarkan siklus berpikir kita.

Sebenarnya kita bisa diumpamakan seperti komputer. Kita terlahir dengan pure tidak tahu menahu akan kehidupan di dunia ini. Dengan berbagai “inputan”´yang dimasukkan ke otak kita yang biasanya berupa contoh dari lingkungan sekitar kita, kita perlahan-lahan dapat menyimpannya ke dalam memory di otak kita. Bayangkan saja pada saat kita masih belum tahu soal apa-apa itu sama saja dengan sebuah compiler yang belum diketikkan source code-nya. Kemudian analogikan proses inputan pada diri kita dengan proses penulisan bahasa pemrograman. Sebenarnya pada saat kita merecord sesuatu yang baru, kita secara tidak sadar menulisnya kembali dengan bahasa yang dikenali oleh otak kita. Hal yang sama dilakukan oleh compiler. Tujuan mempelajari bahasa pemrograman adalah agar ide yang terdapat di dalam benak manusia dapat dimengerti oleh mesin / computer.

Komputer merupakan benda mati sehingga tidak mungkin menghasilkan inisiatif – inisiatif sendiri. Bahasa yang dimengerti pun terkadang terkesan monoton dan tidak fleksibel. Oleh karena itu, kita sebagai programmer / penerjemah bahasa komputer haru sdapat memahami pola kerja komputer. Sejauh yang saya tahu, compiler – compiler untuk sebagian besar bahasa komputer menggunakan metode yang sama dalam menerjemahkan ke bahasa mesin, yaitu dibaca dari pojok kiri atas, ke kanan, kebawah, sampai ke pojok kanan bawah. Oleh karena itu, koordinat 0.0 pada compiler adalah pojok kanan atas, bukan di tengah – tengah seperti layaknya koordinat cartesius.

Dengan memahami prinsip kerja komputer yang demikian itu, untuk mengolah ke bahasa komputer, kita harus berpikir secara terstruktur. Untuk mempermudah pengadaptasian pola pikir kita, maka lahirlah istilah “algoritma”. Sedangkan untuk menggambarkan pola algoritma otak kita, kita dapat menggunakan diagram alur / lebih dikenal dengan flow chart. Algoritma merupakan suatu kumpulan perintah atau ide yang disusun secara teratur dan berurut. Flowchart merupakan gambar yang menjelaskan algoritma tersebut.

Dalam blog ini, saya tidak akan menjelaskan mengenai teori-teori dasar pada bahasa pemrograman. Saya lebih menekankan untuk menjelaskan sebisaku tentang cara berpikir algoritmis dan sedikit membatu teman-teman untuk menerjemahkan ke dalam bahasa pemrograman, yang di blog ini dikhususkan kepada penggunaan bahasa C.

4 thoughts on “Tutorial PT (1) – Pengenalan Bahasa Pemrograman

  1. Assalamualaikum wr.wb.

    Hey Dewa……
    ck…ck…ck….
    kasih tau dunk gmn caranya biar bisa kayak kamu???
    gmn ciy caranya km bljr wkt kuliah ni??
    balez d emailquw ya….

  2. bisa nggak ya buat diagram kartesius di web

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s