Unfortunately, Gara-gara gak teliti, Nilai UTS-ku aku pastikan g memuaskan!!

Sial bener mungkin nasibku dalam minggu-minggu UTS ini. Tiap UTS pasti ditutup dengan kekecewaan!! Meskipun sudah ber-ikhtiar setengah mati sampai larut malam, hasil yang aku dapat masih belum dapat memuaskanku.

Memang benar, lebih baik menjadi orang yang beruntung meskipun tidak pinter daripada orang yang pinter tapi tidak beuntung. Aku tidak tahu aku tergolong orang yang mana. Kelihatannya aku belum termasuk kedua golongan tersebut deh. Aku belum pinter dan juga belum beruntung. He3.. Pinginnya sih bisa menjadi beruntung dan pinter.

Kenapa aku singgung masalah keberuntungan? Emang bener banget, manusia hanya bisa berikhtiar. Akan tetapi hak veto Allah lah yang akhirnya memutuskan apakah ikhiar manusia tersebut berhasil sesuai dengan harapan atau tidak. Aku percaya bahwa pasti ada jalan lain yang Dia rencanakan untukku.

Masalah lain yang menjadikanku seperti itu adalah ketidaktelitian dan keterlaluPD-anku pada saat mengerjakan UTS. Tidak sombong sih, sebenarnya semua soal yang di-UTS-kan aku 90% mengerti dan bisa mengerjakan. Tetapi, karena kedua sifatku tadi, aku dibuat menjadi seakan-akan tidak bisa. Huh,, gimana ya cara untuk menghilangkan kedua sifatku ini..??

Mungkin ini merupakan cobaan untukku. Dengan menghadapi kegagalan dalam UTS semester pertama ini, mungkin aku bisa menjadi lebih bisa dan teliti dalam menghadapi UAS dan UTS semester-semester berikutnya. Positive Thinking ja lah!! Benar begitu kan?!!

7 thoughts on “Unfortunately, Gara-gara gak teliti, Nilai UTS-ku aku pastikan g memuaskan!!

  1. kamu bukan orang yang tidak beruntung, atau belum beruntung..

    kamu uda beruntung masi punya ketajaman otak bwt bisa nyerap materi-materi kuliah yang ada, masalahmu cm karena km kurang teliti kan,

    temen-temenmu banyak yang sering kesulitan untuk bisa nyerap materi-materi yang ada, ada banyak sebab, entah ada masalah pelik, sakit, atau hal-hal lain yang mengganggu pikirannya..

    kata keberuntungan dan ketidakberuntungan itu lahir dari persepsi manusia itu sendiri..

    temen-temenmu yang seperti itu, pasti kalau ngliat km, pasti nganggep gini, wah dewa beruntung banget ya punya otak yang cerdas, bisa nyerap materi-materi kuliah yang ada,
    wah, aq gag beruntung nih, uda otakq tumpul, pas ngerjain soal gag teliti pula..

    kamu menganggap km gag beruntung, soalnya km ngliat temen-temenmu banyak yang sukses UTSnya, teliti semua..

    dalam kasus ini, yang jadi masalah, bukan beruntung atau tidaknya kita, tapi ada apa di balik “keberuntungan/ketidakberuntungan” yang uda terjadi itu..

    “Meskipun sudah ber-ikhtiar setengah mati sampai larut malam, hasil yang aku dapat masih belum dapat memuaskanku.”

    hmm.. gag teliti ngerjakan UTS, padahal uda lembur belajar semalaman, uda tiap hari belajar mati-matian..

    kalo dari sudut pandangku, situasi kayak gitu belum bisa disimpulin gag beruntung,

    gag teliti itu pasti bisa ditelusuri apa penyebabnya, apa akar masalahnya, yang paling tahu ya yang bersangkutan..

    salah satunya mungkin soal konsentrasi..

    seingetku, td blg kalo uda ikhtiar sampe larut malem kan..
    mungkin saja malah itu yang jadi penyebab utama ketidak telitian itu,kamu kurang tidur, mungkin ada beberapa persen
    dari konsentrasimu yang berkurang..

    mungkin juga emang yang bersangkutan punya semacam “demam panggung” tiap x ada ujian, otomatis konsentrasinya jadi brkurang drastis..

    atau lagi sakit, itu juga mengurangi konsentrasi kan??!!

    so, intinya, ini bukan masalah beruntung atau tidaknya kamu.. tapi gimana cara “menciptakan” keberuntungan itu..

  2. “Emang bener banget, manusia hanya bisa berikhtiar. Akan tetapi hak veto Allah lah yang akhirnya memutuskan apakah ikhtiar manusia tersebut berhasil sesuai dengan harapan atau tidak.”

    ada yang perlu ditambahi juga, Allah memutuskan hasil ikhtiar manusia itu, pasti juga MELIHAT apakah IKHTIAR yang dilakukan itu SUDAH BENAR apa belum.. sjauh mana ikhtiarnya..

    Allah memutuskan dengan perhitungan dan pertimbangan yang sangat-sangat-sangat matang, Allah maha Adil, maha bijaksana, Allah pasti selalu memberikan yang “terbaik” utk makhlkNya.

    Allah menciptakan Sunatullah(hukum-hukum Allah) di dunia ini.. kayu yang dibakar jadi hangus, itu Sunatullah..
    manusia kalo belajar, jadi lebih pintar.. itu sunatullah..
    ada langkah-langkah yang harus ditempuh untuk bisa belajar dengan maksimal, itu juga sunatullah..
    kalo manusia itu salah mengambil langkah yang tepat yang harus ditempuh buat belajar, kemungkinan besar(hampir pasti)tidak akan lebih pintar.. sebaliknya, kalau langkah yang diambil sudah tepat, InsyaAllah akan lebih pintar…

    pernah gag qt mikir, orang2 yang bekerja keras, banting tulang, itu koq gag semua sukses ya.. di sisi lain, ada orang yang santai-santai saja, tapi koq sukses, selalu dapat “keberuntungan”

    ya, kalo dirunut lebih dalem, mungkin bakal ketahuan kalo orang2 yang uda bekerja keras tapi gag sukses itu ternyata selama ini yang uda dilakukan itu adalah langkah-langkah yang tidak/kurang tepat untuk mencapai kesuksesan..
    bukan berarti orang-orang itu tidak diberi keberuntungan sama Allah, tapi orang2 itu belum menemukan sunatullah(hukum-hukum Allah) untuk mencapai sukses..

  3. Pertanyaannya, gmn ya cara kita untuk menemukan sunatullah itu..

    disitulah letak ikhtiar kita yang sebenarnya..

  4. Wah.. terima kasih banget buat Ega.. Kata-katamu sungguh memberiku semangat untuk meraih keberuntungan itu..

  5. yang sabar, ya.
    jangan lupakan untuk terus berusaha dan beribadah.

  6. He..he… Ayo kenapa jadi begini ! Mana semangatnya ! Belajar itu jangan sistem tunai, harus diangsur seperti membayar utang di bank . Gitu lho dik iwa. Dicicil, so kamu tidak capek. Bisa konsentrasi waktu mengerjakan soal. Kali lain insya Allah kamu bisa kok. Jangan patah semangat. Ayo bersaing nilai denganku ya… He..he

  7. He..he… Ayo, kenapa jadi begini ? Mana semangatnya ! Belajar itu jangan sistem tunai, harus diangsur seperti membayar utang di bank . Gitu lho dik iwa. Dicicil, so kamu tidak capek. Bisa konsentrasi waktu mengerjakan soal. Kali lain insya Allah kamu bisa kok. Jangan patah semangat. Ayo bersaing nilai denganku ya… He..he

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s