Tutorial PT (3) – Percabangan

Assalamualaikum Wr. Wb.

Teman – teman, setelah kita telaah struktur pemrograman C pada tutorial kemarin. Sekarang saatnya kita bahas tentang bagaimana pembagian algoritma dalam pemrograman C. Hal ini aku lakukan agar teman – teman langsung menyesuaikan pola pikir pada saat teman-teman menghadapi bentuk perulangan, percabangan, atau lainnya.

Percabangan

If (kondisi)perintah;

else perintah;

Bentuk pertama dari percabangan adalah if … else… adalah bentuk yang paling umum yang kita gunakan. Else di sini sifatnya tidak wajib ada. Jika suatu saat teman-teman menemukan bentuk seperti ini tetapi tidak ada else-nya, maka bisa disimpulkan bahwa perintah dalam cabang selanjutnya terletak setelah tanda titik koma perintah pada cabang pertama atau dapat juga berarti bahwa tidak ada perintah lainnya jika kita tidak memenuhi kondisi if-nya.

Pada bentuk ini kita juga dapat membuat percabangan lebih dari 2 cabang. Hal itu dapat kita gunakan dengan menambahkan else if(kondisi) setelah titik koma pada perintah sebelumnya. Hal ini dapat kita ulangi sebanyak percabangan yang akan kita buat.

Jika kita membuat percabangan banyak dengan menggunakan if else, maka percabangan yang kita buat bersifat bersusun seperti gambar di samping. Jadi, kondisi yang diamksdkan oleh else – if yang lebih bawah akan disaring dulu oleh kondisi – kondisi yang atasnya. Apabila kondisi if atau else – if sebelumnya dapat memenuhi, maka program akan menjalan perintah sebelumnya


Switch (variable)

{ case cabang 1 : perintah1; break;

case cabang 2 : perintah2; break;

default : perintah3; break; }

Percabangan dengan meggunakan switch atau yang lebih dikenal dengan switch case adalah percabangan yang tidak bersusun. Arti tidak bersusun di sini adalah program tidak mengecek kondisi – kondisi sebelumnya, sehingga langsung menuju kepada kondisi yang memenuhinya.

Pada akhir perintah kita harus menambahkan fungsi break;. Hal ini dimaksudkan agar percabangan tidak berulang dan setelah perintah pada cabang yang dimaksud tereksekusi, program langsung keluar dari siwtch case.

Jika di dalam percabagan if – else, kita menggunakan else jika semua kondisi tidak dapat terpenuhi, pada percabangan switch case, kita menggunakan kata “default” jika tidak ada dari case – case yang kita sediakan yang dapat dipenuhi.

Penjelasan yang lebih rinci mengenai pencabangan akan kita bahas saat bab percabangan. Pada post kali ini saya hanya menyampaikan segelincirnya saja

One thought on “Tutorial PT (3) – Percabangan

  1. Assalamualaikum Wr. Wb
    mas,saya mau tanya nih
    kalau buat program c,
    untuk konversi dari desimeter ke meter itu gimana ya??
    trus program itu bisa mengulangi konfersi lagi dengan pilihan
    yes(mengulangi konfersi)
    no(mengakhiri konfersi)
    tolong bimbinganya!!!
    kirim ke email saya yakh
    thanks..

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s