Bandung with Inspiration (2) : Studi Banding di ITB

Hari pertama hanya terdapat jadwal untuk check in Hotel. Belum ada agenda resmi dari panitia. Oleh karena itu, kami, rombongan ITS dan UNAIR, memanfaatkan untuk jalan – jalan ke kampus ITB. Ya, lagi – lagi untuk mencari inspirasi.

Rombongan penerima beasiswa Semen Gresik Surabaya tiba di stasiun Bandung jam 8 pagi. Seharusnya jam 7 pagi. Hmm..Tumben kereta apinya agak telat. Padahal PT Kereta Api sudah bertransformasi. Saya tidak tahu apa penyebabnya.

Panitia tidak menyediakan transportasi dari stasiun ke lokasi hotel. Panitia hanya menyediakan uang ganti ongkos tansportasi. Kami terpaksa men-charter taksi untuk bisa menuju ke hotel. Kami berangkat ber-15-an. So, kami memesan 3 taksi, masing – masing diisi oleh 5 anak. Layaknya taksi yang "cek-ecek", taksi yang kami naiki tidak memberitahu berapa ongkos dari stasiun ke lokasi hotel. "loh, kok argometernya tidak dinyalakan", firasat jelek kami di hati. Benar kan, beberapa saat kemudian, si sopir taksi menjelaskan kalo sistemnya borongan. Jadi jauh dekat sama saja, harganya 75rb per taksi. Jedaar.. Kapok deh, naik taksi yang tidak bermerk. :D

Nah ini, salah satu kebobrokan karakter masyarakat Indonesia. Menurut Ery Sadewo, pengarang buku Character Building, tiga karakter dasar yang minimal harus dimiliki oleh seseorang adalah jujur, disiplin, dan tidak egois. Dan tidak satupun karakter dasar yang dimiliki oleh para sopir taksi itu. :D

Kami tiba di hotel Amaris di jalan cihampelas Bandung. Hotelnya tidak terlalu megah. Konsepnya minimalis. Tingkat huniannya pun tinggi. Banyak orang keluar masuk hotel. Hal ini dikarenakan oleh lokasi hotel yang cukup strategis, di tengah – tengah kota Bandung.

Rombongan lain yang pertama kami temui adalah rombongan dari Semarang, Universitas Diponegoro. Berikutnya dalah rombongan dari Universitas Gadjahmada Yogjakarta. Saat itu, kami belum berkesempatan untuk melakukan check-in. Informasi yang kami peroleh dari resepsionis, check in dilakukan setelah jam 12. Kampi pun mengisi waktu tunggu itu dengan bercakap – cakap dengan rombongan lain.

Wah, ada hidangan sarapan yang lezat tuh. Eits, tunggu dulu. Jedaar.. Benar kan. Ternyata hidangan itu bukan diperuntukkan bagi penerima beasiswa Semen Gresik. Krik, krik.. Terpaksa kami memutuskan untuk mencari makanan di luar lokasi hotel. Yah, sekalian jalan – jalan lah.

Kekhawatiran awal kami adalah harga makanan jauh di atas harga makanan anak kos. Maklum ini kan di tengah kota. Ternyata tidak. Kami menemukan warung prasmanan dengan harga yang lumayan. Di depan hotel ada perkampungan tempat kos bagi mahasiswa berbagai universitas. Alhamdulillah..

Panitia berhasil melobi pihak hotel. Yang seharusnya check in jam 12, penerima beasiswa dapat check in jam 9. Yiee J. Saya satu kamar dengan Rendra, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNAIR. Saya suka ngobrol dengan dia, apalagi kalau lagi ngobrol masalah politik, trendseter, dan agama berserta “penyempurnaan separuh-nya” J

Seperti yang bisa diprediksi, kami menghabiskan waktu di hotel hanya untuk bersih – bersih diri dan menonton TV. Apa sih acaranya, eaa, infotainment ternyata. Maklum, saya sangat jarang menonton TV karena tidak sempat.

Sungguh, tidak ada sesuatu yang tidak bermakna. Hal itu saya alami sendiri. Masih ingat, saat itu acara infotainment di TV membahas kematian aktor komedi, Ade Namnung. Ditayangkanlah segelintir kenangan – kenangan di dunia. Ya yang jadi komedian, ya yang foto bareng teman2nya, dan lain sebagainya.

Ya Allah, bagaimana dengan kehidupan saya. Apa saja yang akan ditampilkan di film pribadi saya kelak. Saya belum membuat karya yang signifikan untuk kebermanfaatan umat. Waduh, sebuah sindiran yang tegas meski didapat dari melihat infotainment.

“Bro, kalo mau ke ITB Fair, SMS ya”, pesan singkat dari Jalil. Ya, kami memang berencana jalan – jalan ke ITB. Kami pikir, masih ada ITB Fair, acara tahunan ITB, di sana. Setelah makan siang, rombongan ITS dan Rendra pergi ke ITB untuk jalan – jalan. Naik Taksi? Ogah. Kami memutuskan untuk pergi dengan naik angkot aja.

Irit – irit, orot – orot. Itulah istilah bahasa Jawa yang bisa menggambarkan saat kami pergi ke ITB dari jalan Cihampelas melalui jasa angkot. Tidak ada angkot jurusan dari Jalan Cihampelas ke ITB. Kata supirnya, “A’, kalo ke ITB mah, harus oper 3x”. Eaa.. Gak masalah lah, dinikmati aja. Sekalian kota – kota.

Ternyata tidak sampai 3x ganti angkot, angkot kedua yang kami naiki berhenti persis di pintu samping ITB. Betapa terkejutnya kami, ternyata ITB Fair-nya sudah selesai. Eaa, kami memasuki kampus ITB berlagak kaya mahasiswa ITB. Ups, tapi kok si Jalil dan si Udin sandalan. He3,,

Capek jalan – jalan di dalam kampus, kami melanjutkan jalan – jalan di taman samping Masjid Salman. Kami berhenti sejenak di sana. Berfoto – foto ria bagai boyband -_-“. Setelah itu, kami memutuskan untuk pulang dengan jalan kaki. Menurut GPS, sebenarnya gak seberapa jauh sih, antara ITB dan lokasi hotel kami.

Hush, hush, hush.. Capek. Iya nampaknya, kami melupakan skala peta yang di GPS. Bayangkan, kami melintasi setengah keliling kampus ITB ! Capek.. Setelah melewati jembatan, kami memutuskan untuk mencari jalan pintas. Dan alhamdulillah ada. Hmm, GPS ternya belum bisa menditeksi jalan – jalan tikus ya. :)

Kami melewati gang daerah tempat kos. MasyaAllah, di sana kami menemui sisi lain kota Bandung. Rumah – rumah tipe sangat sederhana sekali. Tidak jauh dari Surabaya. Tapi bedanya lebih bersih di Bandung. Kami juga menemui suasana kampung yang masih guyub rukun. Ternyata di Bandung masih ada kampung seperti ini ya. Luar biasa.

Setelah mengira – ngira, akhirnya kami potong pintas untuk berjalan naik ke jalan besar. Alhamdulillah, perkiraan kami tepat. Jalan itu tembus di depan hotel Amaris, lokasi kami menginap. Sungguh petualangan yang sangat berkesan. :)

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s