Bandung with Inspiration (3) : Jalan–Jalan sembari Mentadaburi Alam Raya Bandung

imageMemang acara gathering beasiswa Semen Gresik banyak diisi oleh acara yang sifatnya hip-hip-hore. Yang tak terpisahkan adalah acara jalan – jalan. Kali ini, tujuan jalan – jalan yang diselenggarakan oleh panitia ada 3 lokasi : Rumah Stoberi, Saung Mang Udjo, dan Trans Studio. Tenang, semuanya gratis dibayari oleh Semen Gresik. Enak kan Smile

Senin Malam, penerima beasiswa dari berbagai kampus di Indonesia sudah mulai kumpul di lobi hotel Amaris. Kami makan malam sambil temu kangen bersama.

“Eh, gak ada acara jalan bareng nih? Mumpung ada anak bandung di sini. Kan lumayan tuh, bisa menjadi tour guide gratis“. sahut salah satu teman. “Ya ya, ide bagus. Ayooo”. Hampir semuanya sepakat, kalo malam pertama kita di Bandung digunakan untuk jalan – jalan bareng.

Jalan – Jalan ke Braga

Yaps, Braga menjadi lokasi tujuan jalan – jalan kami. Braga adalah lokasi bersejarah di Bandung. Kabarnya dulu saat jaman penjajahan Belanda, Braga merupakan pusat kota di Bandung. Seperti kota tua –nya Jakarta atau lokasi tua di sekitar jembatan merah Surabaya.

Kami memutuskan untuk berangkat ke sana dengan men-charter angkot. Jumlah kami sekitar 30-an. Sehingga menyewa 3 angkot. Yah, lumayan lah. Jika harus melalui rute standar angkot, katanya bisa transit sampai 3x. Wow..

Setiba di Braga, kami menikmati eksotisme suasana klasik yang terpancar di lokasi itu. Sepanjang jalan, sudah diisi oleh toko – toko merk modern. Namun anehnya, saya tidak kenal sama sekali toko – toko itu. Oh, ternyata benar. Hanya merk luar saja yang menyewa lokasi Braga untuk dijadikan tempat berjualan.

Foto – foto, nampaknya itulah ritual yang wajib dilaksanakan jika kita sedang jalan – jalan. Apalagi jalan – jalan ke tempat yang asyik seperti jalan Braga. Sepanjang jalan, kami mencari spot yang bagus, trus berpose, dan ckrekk.. Difoto lagi, difoto lagi. Open-mouthed smile

Meski nampaknya foto – foto itu terkesan hedon atau hanya untuk bersenang – senang saja. Saya secara tidak sengaja menemukan beberapa manfaat dari foto – foto. Yang pertama adalah, foto – foto dapat melatih otot wajah agar lebih murah senyum. Bayangkan saja, setiap kali foto, otot wajah kita menahan gaya untuk selalu tersenyum. Sungguh cara yang efektif untuk melatih otot wajah kita Open-mouthed smile. Kedua, foto – foto mampu melatih otot kaki, terutama otot untuk berjinjit. Apalagi, yang hobi berada di barisan terbelakang kalo saat foto bareng. Mau tidak mau, agar wajah kita kelihatan, kita harus berjinjit. Kontraksi – relaksasi, kontraksi – relaksasi, akhirnya otot kaki kita sedikit terlatih.

Tidak sampai di Braga trus kemudian pulang. Kami jalan terus sampai melewati gedung sate, masjid besar Bandung, dan objek – objek menarik lainnya. Benar – benar menyenangkan jalan – jalan di malam hari di kota Bandung. Bikin pingin kembali ke sini lagi nih Smile

Kami sampai di hotel pukul 10.00. Dan itu sudah dalam kondisi capek berat. Apalagi diriku. Setelah membersihkan diri, saya langsung merebahkan badan dan tidur di kamar.

Menuju Kebun Stroberi

Ganti Hati dan Agar Bidadari Cemburu Padamu. Dua buku ini setia menemani petualangan saya di Bandung. Banyak inspirasi yang saya dapatkan dari 2 buku itu. Ganti Hati menceritakan pengalaman Pak Dahlan Ishkan saat melakukan transplantasi hati. Agar Bidadari Cemburu Padamu menjelaskan jurus – jurus rahasiwa Akhwat untuk menjadikan dirinya lebih istimewa daripada bidadari yang ada di surga. Begitupun saat sesi kunjungan di hari Selasa. Di Bus, saya menghabiskan waktu untuk membaca buku – buku itu.

Tujuan pertama sesi kunjungan adalah ke Kebun Stroberi. Lokasinya di Bandung coret Open-mouthed smile. Ya, di daerah dataran tinggi di pinggiran Kabupaten Bandung. Kebun Stroberi adalah hotel dan restoran. Istimewanya, di sana di sediakan kebun stoberi sehingga pengunjung dapat menikmati sensasi memetik buah stroberi langsung dari kebunnya.

Setiba kami di sana, kami diberi pengarahan. Masing – masing orang hanya diperbolehkan memetik maksimal 10 buah stroberi. Untuk memetiknya pun harus dengan bantuan gunting. Hal ini karena dikhawatirkan merusak tangkai tanaman stroberi.

Jujur, ini kali pertama saya melihat tanaman stroberi secara langsung. Ooh, ternyata begini bentuknya. Dasar saya orangnya gak sabaran, saya tidak pilah – pilih untuk memetik 10 buah stroberi. Jika kelihatan besar dan berwarna merah menyala sedikit, langsung saya petik. Padahal, teman – teman lain sedang sibuk memilih stroberi yang menurut mereka terbaik.

Kami disuguhi makan siang di sini. Menu makan siangnya adalah penyetan khas Sunda. Yang bikin berbeda adalah sambalnya yang lebih manis. Kami makan secara berkelompok, empat – empat.

Pertunjukan Budaya Saung Mang Udjo

Setelah dari Kebun Stroberi, kami bergagas untuk melanjutkan perjalanan. Tujuan berikutnya dalah Saung Mang Udjo. Kalau Kebun Stroberi merupakan agrowisata, Saung Mang Udjo merupakan wisata budaya. Di sana kita dapat menikmati proses pembuatan media – media budaya trandisional sunda, seperti angklung, kulintang, wayang golek, dll.

Saat itu, kami bareng dengan anak – anak SMA 2 Cianjur. Mereka kompak menggunakan seragam dengan rompi warna biru. Wah, kami juga tidak kalah kompak. Semen Gresik sudah menyediakan kaos yang seragam. Tapi, warnanya oranye, saya kurang suka –_-“.

Pertunjukan dibuka dengan wayang golek. Wah, sayang sekali. Nampaknya lucu jika saya bisa mengerti bahasanya. Dalangnya sering menggunakan bahasa Sunda. Saya orang Jawa asli, gak pernah belajar bahasa Sunda lagi. Andai saja ada subtitle-nya. Ya, supaya gak kelihatan canggung, jika teman saya tertawa, saya pura – pura tertawa. Padahal saya tidak mengerti maksudnya. Open-mouthed smile

Memang yang benar adalah tertawa dulu baru kita bisa merasakan bahagia. Hal itu saya alami. Meski tertawa saya karena terpaksa, entah mengapa mood setelah saya memaksa tertawa itu meningkat. Saya jadi lebih tertarik untuk menikmati pertujunukan berikutnya.

Selanjutnya diisi dengan tarian tradisional. Penarinya anak – anak. Unyu beud!!. Ada 1 anak cewek gendut yang jadi pusat perhatian. Dia bagian yang berteriak “oee oee”. Oleh karena suaranya agak nyeleneh, dia menjadi bahan tertawaan pada saat itu. Lucu sih anak ini Open-mouthed smile

Sesi terakhir adalah bermain angkulung bersama. Masing – masing penonton dibagikan sebuah angklung. Saya saat itu memegang angklung nomor 6. Kami menggoyangkan angkung ketika sang dirijen memberi isyarat sesuai dengan nomor angklung yang kami pegang.

Awal – awal masih berantakan. Tapi akhirnya, kami bisa mengikuti dengan mudah. Dan terdengarlah lagu yang indah yang dimainkan dengan menggunakan angklung.

Puas Berteriak (dalam hati) di Trans Studio

Asyik.. Akhirnya keturutan juga. Sebelumnya hanya bisa menikmati di TV. Yaps, inilah Trans Studio. Ternyata Trans Studio  di Bandung berada satu kompleks dengan Bandung Supermall, mall terbesar di Bandung katanya. Spektakular !!

Untuk masuk ke Trans Studio, pengunjung harus membayar Rp 150.000. Pengunjung akan mendapat voucher yang selanjutnya bisa digunakan untuk transaksi di dalam Trans Studio. Tidak ada pengecekan seperti yang ada pada BNS, Jatim Park, WBL, dll, di Trans Studio pengunjung bebas memasuki wahana mana pun dan berapa kalipun.

Wahana yang paling serem adalah Vertigo. Saya kira ini wahana yang cupu. Karena kelihatannya cuma diputer kayak dremulen biasa. Ternyata saya salah. Sudut putarnya 360 derajat. Seperti melukis sebuah kulit bola. Bayangkan, saya pernah berada di atas, pernah diputer sampai kebalik, pernah di samping, pernah di bawah, dan di seluruh sudut. Hadeh..

Prinsipku, saya tidak akan membuang cuma – cuma tenaga saya untuk berteriak. Karena, bagi saya sama saja sensasinya. Dengan memendam teriak di hati, malah sensasi itu berlipat lipat. Karena emosinya tidak tersalurkan. Daripada kalo teriak, sudah sama2 tegang, suara bisa habis pula. Gak asyik ah.. haha.

Di suatu wahan, kami bertemu dengan gerombolan anak SD. “Kakak Kakak, Kakak sudah naik wahana ini berapa kali?”. “Ya baru sekali lah dik”. “Yee, saya sudah TUJUH kali, ini ke DELAPAN!!”. *menelan air liur. Gila banget. Wahana jet coaster, yang jabarnya nomor 2 tercepat sedunia, adik2 itu sudah naik 8x. Parah2.. Rendra saja dibuat mimisan setelah naik itu. Hehe, terkadang anak – anak lebih jago daripada yang sudah menjadi calon Bapak ini ya Open-mouthed smile

Hadeeh.. Puas sekali seharian main – main di Bandung. Puas juga bisa mengakrabkan kembali tali persaudaraan sesama penerima beasiswa Semen Gresik. Ribuan pengalaman menarik, ribuan inspirasi, ribuan tawa dan dua tangis. *eaa, itu kan judul bukunya Dahlan Iskan –_-“

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s