Terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi, Lantas?

Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) merupakan penghargaan kepada para mahasiswa yang unggul dalam segi akademis dan nonakademis. Banyak mahasiswa yang berlomba – lomba untuk menjadi seorang Mawapres. Namun sayang, banyak pula dari mereka yang menganggap Pemilihan Mawapres tidak lebih dari sekedar ajang kompetisi. Kebermanfaatan yang seharusnya terpancar cenderung meredup karena seakan – akan hanya prestasi yang dikejar.

 

Mahasiswa Beprestasi identik dengan mahasiswa yang memiliki segudang aktifitas sosial, setumpuk prestasi akademis maupan prestasi nonakademis, kefasihan dalam berbahasa asing, serta Indeks Prestasi Komulatif (IPK) yang cukup tinggi. Banyak mahasiswa berkeinginan untuk menjadi seorang mahasiswa berprestasi. Tidak heran, terpilih dari ratusan insan tangguh itu menjadi suatu kebanggan tersendiri.

Proses penyeleksian mahasiswa berprestasi dilakukan secara berjenjang. Dimulai dari penyeleksian tingkat jurusan, penyeleksian tahap semi-final, sampai pemilihan Mahasiswa Berprestasi ITS pada tahap final. Proses seleksi di tingkat jurusan beraneka ragam. Ada yang diseleksi dengan sangat ketat, ada yang hanya mengumpulkan berkas persyaratan, dan ada yang asal ambil berdasar atas peringkat IPK atau riwayat prestasi. Setiap jurusan mengirimkan 3 perwakilannya untuk kemudian diseleksi melalui tes TOEFL, presentasi karya tulis ilmiah, dan wawancara bahasa Inggris. Selanjutnya dipilih 22 calon mawapres yang berhak mengikuti babak final. Pada babak final, mereka menghadapi berbagai psikotes, mulai dari tes tulis, Focus Group Discussion (FGD), dan pengenalan diri secara singkat. Dari seluruh proses penilaian, akan dipilih seorang mawapres yang berhak mewakili ITS dalam seleksi mahasiswa berprestasi tingkat nasional.

Kebermanfaatan itu Kian Redup

Ibarat kunang – kunang yang bersinar di malam hari, mahasiswa berprestasi harus menyebarkan sinar inspirasi kepada lingkungan sekitarnya. Mahasiswa berprestasi bukan merupakan orang yang sekedar berhasil meraih gelar belaka. Melalui karya dan pemikirannya, mereka wajib menyebarkan kebermanfaatan kepada sesama.

Akan tetapi, kebermanfaatan yang menjadi intisari dari sosok mahasiswa berprestasi kurang terasa di masyarakat. Boleh saja mereka bereuforia atas gelar yang mereka raih. Namun, euforia itu akan sia – sia jika tidak dibarengi dengan manfaat yang mereka berikan. Faktanya, setelah memperoleh gelar mahasiswa berprestasi, belum ada tindak lanjut yang nyata yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Seakan – akan mereka menyimpan gelar itu kemudian menghilang entah ke mana.

Hal ini mirip dengan fenomena “SKEM Oriented”. Mahasiswa tipikal ini biasanya menjalankan aktifitas asal – asalan. Asal dapat menambah SKEM, ya mereka jalani. Bagi mereka SKEM merupakan tolok ukur prestasi dalam aspek nonakademis.

Begitu juga dalam meraih gelar Mahasiswa Berprestasi. Beberapa mahasiswa berpikir bahwa Mahasiswa Berprestasi merupakan gelar pribadi yang paling prestisius sehingga mereka harus mengejarnya. Orientasi jangka pendek dan individualistis seperti ini akan menumpulkan peran dan fungsi mahasiswa sebagai agent of change di masyarakat.

Berkualitas Mawapres lebih baik daripada sekedar Bergelar Mawapres

Apa artinya sebuah gelar, jabatan, status, prestasi, jika tidak dibarengi kualitas diri untuk memperbaiki lingkungan. Memang idealnya, siapapun yang menyandang gelar Mawapres juga berkualitas selayaknya Mawapres. Jika tidak bisa, berkualitas Mawapres saja lebih baik daripada terpilih sebagai Mawapres namun tidak bisa memberi dampak positif bagi lingkungannya.

Yang terpenting adalah bagaimana kita memaknai gelar Mahasiswa Berprestasi. Untuk bisa berprestasi, sebenarnya kita tidak perlu memenangkan ajang pemilihan Mahasiswa Berprestasi. Dengan memberikan karya terbaik untuk bangsa, berkontribusi dalam berbagai organisasi, kepanitiaan, serta kegiatan sosial, hakikatnya kita adalah seorang Mawapres.

Kuncinya adalah pada manfaat yang kita berikan. Boleh saja kita berjuang untuk meraih status mawapres, namun jangan berhenti pada itu saja. Kita wajib menciptakan dampak postif dari status mawapres kita. Semoga siapapun yang menyandang gelar Mawapres benar – benar merupakan insan unggulan yang mampu bermanfaat bagi sesama.

553068_3245031398323_1043028111_33165590_2063212032_n

Rahadian Dustrial Dewandono
Mahasiswa Berprestasi 1 Teknik Informatika ITS 2011 & 2012
Menteri Komunikasi dan Informasi BEM ITS Transformation 2011 – 2012

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s