Workshop Muslim Internasional : Persatuan Umat

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ

Bersatulah dengan tali Allah dan janganlah berpecah-belah” (QS. Al Imran: 103)

Persatuan Umat Muslim. Sebuah frase klise yang acap kali didengung-dengungkan. Sebuah solusi untuk mempercepat misi pembentukan peradaban masyarakat yang lebih bermartabat. Sebuah benteng yang kokoh untuk melindungi dari ancaman ideologi lain yang merusak. Sebuah wacana yang sangat indah jikalau dapat diimplementasikan.

Namun, persatuan seakan-akan merupakan hal yang terlalu melangit sampai-sampai tidak ada satu tangan pun yang dapat mencapainya. Egoisme kelompok, saling menyalahkan, saling merasa yang terhebat, ataupun ketidakcocokan antarkelompok merupakan beberapa alasan sulitnya dicapai suatu persatuan. Perbedaan minor dibesar-besarkan dan dijadikan sebuah permasalahan yang amat besar. Waktu dan tenaga habis digunakan untuk berdebat. Sampai –sampai kita melupakan bahwa sesungguhnya kita memiliki tujuan besar yang sama.

Hal itulah yang menjadi landasan diadakannya Konferensi Muslim International yang membahas isu-isu global pengancam umat. Konferensi yang diadakan di Iran ini diselenggarakan oleh LSM Unified Ummah, sebuah LSM yang fokus pada isu-isu yang berpeluang untuk memecahbelah kesatuan umat. Sekitar 250 peserta perwakilan dari Iran, Indonesia, Malaysia, India, Pakistan, Azerbaijan, Turki, Mesir, dan Senegal berkumpul untuk mengikuti acara ini selama 5 hari penuh.

“Hmm. Kok di Iran? Bukannya Iran merupakan negara yang penduduknya mayoritas Syi’ah ya?! Jangan-jangan…”.

Itulah pertanyaan yang tercetus oleh beberapa kawan. Sampai-sampai ada kawan yang terlalu parno sehingga tidak jadi berangkat karena takut akan hal itu. Memang isu yang sampai saat ini hangat di Iran dan sekitarnya adalah perpecahan di antara sekte besar Islam: Sunni dan Syi’ah. Unified Ummah nampaknya malah ingin menjadikannya fenomena tersebut sebagai suatu peluang untuk menjadikan keduanya saling terbuka dan menghargai. Mayoritas peserta konferensi menganut Syi’ah dan beberapa yang Sunni. Jika dibandingkan antara jumlah Syi’ah dan Sunni, sekitar 85:15 lah. Iran merupakan negara Republik Islam. Hal itu nampaknya alasan tambahan mengapa diadakan di Iran.

Oia, dalam tulisan ini saya tidak ingin membahas perbedaan aqidah atau fiqih antara Sunni dan Syi’ah. Sudah banyak kita jumpai di berbagai media yang membahas hal tersebut. Selain itu, dalam konferensi ini tidak sedikitpun dibahas sejarah, fiqih, apalagi aqidah. Konferensi ini menekankan sisi persatuan dalam segi ekonomi, sosial, politik, dan hankam. Muslim sunni dan syi’ah seharusnya dapat berjihad bersama melawan musuh bersama.

Dalam konferensi ini juga dibeberkan fakta yang selama ini ditutupi oleh media. Salah satunya adalah pendangan politis Sunni-Syi’ah. Seperti apa yang terjadi di Syria misalnya. Media main stream selama ini menyoroti bahwa ini merupakan perang antarsekte. Padahal, masyarakat Iran dengan tegas mengutuk rezim Bashar Ashad.

Kebangkitan Ummat Islam Semakin Jelas Terlihat

Sesi awal dari materi, peserta disajikan data dan fenomena banyaknya revolusi umat islam yang terjadi. Dimulai dari revolusi Iran melawan raja dzalim Syah Reza Pahlevi pada tahun 1980-an. Disambung oleh revolusi di Libya, Mesir, dan sebagainya. Suara masyarakat yang dibungkam pemimpinnya lama-kelamaan muncul dan mengubah sistem. Belum lagi dibarengi dengan kondisi dunia barat yang semakin terpuruk. Hal-hal itu dapat dimaknai dimulainya masa-masa kebangkitan kaum muslimin secara global.

Kebangkitan kaum muslimin tidak lepas dari peran aktifis pemudanya. Pemuda sebagai tunas bangsa cenderung memiliki pemikiran yang revolusioner dan siap mendobrak pemikiran generasi tua yang jalan di tempat. Oleh karena itu, kita sebagai muslim cendikia muda harus selalu meningkatkan kompetensi diri kita karena peran kita sangat dibutuhkan dalam rangka menegakkan kebangkitan umat.

Pergerakan Islam di berbagai negara semakin progresif. Pada negara Mesir misalnya. Pergerakan Ikhwanul Muslimin sebagai partai islam berumur 84 tahun mencapai masa emasnya. Hal itu ditandai dengan terpilihnya presiden Morsi yang diusung oleh partai Ikhwanul Muslimin. Rezim sekuler Husni Mubarok yang selama ini menguasai pemerintahan Mesir secara bertahun-tahun dapat ditumbangkan. Begitu juga pergerakan partai berhaluan Islam yang ada di Pakistan. Pakistan yang selama ini disusupi kekuatan tersembunyi Amerika dapat dengan tegas mengutuk Amerika dan membuat Amerika meminta maaf kepada pemerintah Pakistan. Hal ini dikarenakan beberapa keonaran yang dilakukan oleh pihak Amerika di Pakistan. Kaum muslimin mengambil peran besar dalam hal itu.

Bahrain dan Syria saat ini sedang proses perjuangan dalam meraih revolusi. Penguasa yang kejam tidak mematahkan semangat jihad para kaum muslimin yang ada di sana. Meskipun korban yang berjatuhan sangat banyak jumlahnya, kelompok jihad Islam tidak berhenti untuk menuntut kebebasan dan keadilan. Kita berharap bersama semoga Allah memudahkan perjuangan mereka.

Refkelsi terhadap Pergerakan Islam di Indonesia

Sebagai negara demokrasi pancasila, terdapat banyak sekali gerakan yang ada di Indonesia. Dengan dibukanya pintu demokrasi, ormas-ormas, parpol-parpol, harokah-harokah Islamiyah dapat berkembang subur di Indonesia. Namun, sebagai kalangan mayoritas, pergerakan umat Islam wajib memberi andil terbesar dalam pembentukan masyarakat Indonesia yang lebih bermartabat. Pergerakan umat Islam di Indonesia akan menjadi lebih masif, jika elemen-elemen di dalamnya bergerak dengan sinergis. Itulah harapan besar terhadap pergerakan Islam yang ada di Indonesia.

Akan tetapi fenomena lapangan masih tidak semanis harapan. Pergerakan Islam di Indonesia masih jauh dari kata bersatu. Salah satu tolok ukurnya adalah bisa dilihat berapa banyak parpol dan ormas berhaluan Islam yang berbeda. Tidak jarang di antara partai Islam sendiri sikut-menyikut.

Pergerakan Islam di Indonesia masih dalam tahap gear satu. Berdasarkan pengalaman di Lapangan, sebagian umat Islam di Indonesia masih belum dewasa dalam menghadapi perbedaan. Perbedaan yang sangat kecil saja masih dipermasalahkan. Misal, ada yang melakukan doa khunut dan ada yang tidak. Begitu saja ada yang mempermasalahkan. Belum lagi ada beberapa kelompok yang sering menyalahkan kelompok lain dengan mengeklaim kelompok tersebut melakukan bit’ah. Contoh lain adalah ada yang pro-Demokrasi, ada yang kontra-Demokrasi. Dan keduanya cenderung saling menyalahkan. Hadeeehh.

Hal ini sungguh naas sekali. Jikalau kita dewasa dalam menghadapi perbedaan, kita dapat memahami peran masing-masing kelompok. Tiap kelompok pasti memiliki kekuatan. Dan untuk semua kelompok pasti memiliki pemahaman yang universal. Kekuatan dan pemahaman yang universal itulah yang seharusnya kita sinergiskan.

Kuncinya adalah bersifat open-minded dan berkolaborasi. Jika ada ormas yang tidak menjalin komunikasi dengan ormas lain dan menutup telinga dari pendapat ormas lain, maka tidak akan berkembanglah ormas tersebut. Open-minded diperlukan untuk saling mengingatkan dan saling memperbaiki pemahaman kelompoknya. Berkolaborasi artinya sama-sama memahami peran masing-masing. Jika kekuatan tiap kelompok gerakan islamiyah dapat dipadukan, niscaya persatuan gerakan islamiyah di Indonesia semakin kokoh.

Inti dari semua ini adalah sebenarnya kita semua memiliki tujuan sama. Kita ingin menciptakan peradaban masyarakat yang lebih baik, lebih bermartabat, lebih islami, lebih madani; cara kita untuk meraihnya saja yang berbeda. Jika kita fokus pada perbedaan, maka kita tidak akan menemukan titik temu karena perbedaan merupakan keniscayaan. Mari kita mulai untuk saling menghargai dan mengerti peran saudara kita.Semoga persatuan umat Islam dapat benar-benar terwujud. Amin. Smile

One thought on “Workshop Muslim Internasional : Persatuan Umat

  1. kereeeen lah wo….lanjutkaaan!

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s