Kumpulan Tweets #waspadariya

Bismillah, salah satu penyakit hati yang saya takuti adalah riya dan ujub. Betapa sia-sianya kita berbuat baik, jika kedua virus ini berkembang dalam hati kita. Astagfirullah, semoga Allah menghindarkan kita dari sifat riya dan ujub. Amin. Berikut saya sedikit berbagi kumpulan tweets terkait hal itu. Semoga bermanfaat.

 

  1. Salah satu virus yang berbahaya bagi kalangan aktivis adalah virus riya dan ujub. #waspadariya
  2. Riya adalah perasaan untuk ingin dilihat orang lain saat kita berbuat kebaikan. Ujub adalah terlalu membanggakan diri sendiri. #waspadariya
  3. Amalan sholeh kita akan sia-sia jika terdapat riya di dalamnya. Pahalanya otomatis luntur. #waspadariya
  4. Begitupun ujub. Terlalu berbangga diri adalah benih dari sifat takabur dan sombong. Itu sangat berbahaya. #waspadariya
  5. Kedua virus itu sangat halus dalam penyebarannya. Siapa saja bisa terkena, sekalipun orang-orang yang bertaqwa dan ahli ibadah. #waspadariya
  6. Dewasa ini banyak sekali metode baru yang sangat riskan terserang virus riya dan ujub. Pencitraan salah satunya. #waspadariya
  7. Pencitraan adalah segala cara untk menampakkan kebaikan kita. Tujuannya untuk branding diri sekaligus menginspirasi orang lain. #waspadariya
  8. Pencitraan dpt dilakukan melalui media. Bisa dg diliput media, iklan di media, bahkan hnya dg update status FB atau ngetweet. #waspadariya
  9. Rasa riya mudah sekali muncul dengan dalih berbagi inspirasi. Boro2 mendapat amal karena mengajak orang lain dlm kebaikan. #waspadariya
  10. Konyolnya lagi ada yang hobi ngetweet atau update status tentang kebaikan guna mendapat like atau RT yg banyak. o_O #waspadariya
  11. Jika status FB nya banyak yg ngelike atau tweetnya banyak yg ngeRT, maka biasanya muncullah rasa ujub. #waspadariya
  12. Memang kedua virus ini sangat pintar untuk merasuki ke dalam sanubari. Sampai-sampai kita tidak sadar jk sudah terinfeksi. #waspadariya
  13. Obat penangkalnya adalah dengan ilmu ikhlas. Ilmu yang sangat tinggi levelnya. Sangat sedikit orang yg mampu menerapkannya. #waspadariya
  14. Ikhlas dapat dilatih dg meluruskan niat. Segala sesuatu yg kita miliki dan kerjakan harus diniatkan untuk beribadah kpd-Nya. #waspadariya
  15. Jika saat beramal mulai muncul indikasi ingin dilihat/dipuji, cepat-cepatlah istighfar dan kembali konsentrasi meluruskan niat. #waspadariya
  16. “Bayangkan begitu sedikitnya amalan dan sempitnya manfaat yang kita berikan”. Salah satu cara agar tidak ujub. (Imam Syafi’i). #waspadariya
  17. Perluas ilmu dan pergaulan juga dapat menghindarkan dari ujub. Yg ilmu dan pergaulannya masih sempit biasanya merasa terhebat. #waspadariya
  18. Dg memperluas pergaulan, si jago kadang akn melongo melihat btpa kecilnya amalannya jika dibandingkan dengan amalan orang lain. #waspadariya
  19. Dan dengan memperdalam ilmu, si ahli pencitraan akan paham bahwa citra dirinya masih sangat jauh dari sempurna. #waspadariya
  20. Hati-hatilah dengan kata menginspirasi. Jika tidak cerdas atau berpergaulan luas, itu akan berubah menjadi menyombongkan diri. #waspadariya
  21. Semoga kita dikaruniai kekuatan untuk membentengi diri. Mari tetap saling menasehati dalam kebaikan tanpa virus riya atau ujub. #waspadariya
  22. That’s all sedikit tweets tentang waspada riya dan ujub. Semoga saat ngetweet ini, saya juga terbebas dari riya dan ujub. Amin. #waspadariya

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s