Cinta kepada Allah

Cinta merupakan kecenderungan hati terhadap sesuatu karena ingin mendapatkan kenikmatan batin. Cinta kepada Allah berarti kecenderungan untuk lebih bisa dekat dengan Allah karena ingin merasakan ketentraman. Semakin sering kita memikirkan-Nya, semakin banyak ketentraman hati yang dapat kita raih.

Cinta kepada Allah adalah hal yang wajib kita miliki. Hal ini merupakan konsekuensi dari keimanan kita. Allah telah memberikan kasih sayang-Nya kepada kita. Sangat tidak pantas bagi kita jika tidak mencintai-Nya. Tenang, cinta kita kepada Allah tidak akan bertepuk sebelah tangan kok. Allah pasti mencintai hamba-hamba-Nya yang mencintai-Nya.

Dalam benak kita, kecintaan kita kepada Allah haruslah berada pada pada posisi pertama. Cinta kepada orang tua, keluarga, handai taulan, bahkan harta benda tidak layak mengalahkan kualitas kecintaan kita terhadap Allah.

Banyak sekali manfaat dan keutamaan dari kecintaan kita kepada Allah. Orang yang benar-benar mencintai Allah akan dicintai oleh Allah dan seluruh makhluk di langit. Dengan demikian, orang-orang yang seperti itu akan diterima di muka bumi. Dalam kata lain, dia akan menjadi pribadi-pribadi yang berpengaruh dan disukai oleh sesamanya.

Bentuk nyata dari kecintaan kita terhadap Allah dan Rosul adalah beribadah kepada Allah sesuai dengan tuntunan Allah dan Rosul. Dalam beribadah kepada Allah terdapat pilar. Ketiga pilar itu adalah rasa takut, rasa penuh harapan, dan rasa cinta.

Dalam rangka beribadah kepada Allah, kita wajib mendasarkan pada rasa takut kita terhadap ancaman-Nya, neraka-Nya, ataupun azab-Nya. Kita melaksanakan sholat, infaq, puasa, karena kita takut mendapatkan dosa. Ketakutan itulah yang menjadi cambuk bagi kita untuk selalu beribadah kepada-Nya.

Kedua adalah rasa penuh harapan. Hakikatnya kita beribadah kepada Allah adalah kita sedang menaruh sejuta harapan untuk mendapatkan rahmat-Nya dan surga-Nya. Allah berkali-kali menjelaskan nikmat surga di Al Quran. Sangat dibolehkan, bahkan wajib, bagi kita untuk menaruh penuh harapan agar dapat meraih surga yang dijanjikan-Nya.

Ketiga adalah cinta. Cinta menjadikan seluruh aktivitas ibadah kita begitu menyenangkan dan menenteramkan jiwa. Hanya orang-orang yang didasarkan rasa cinta yang dapat menikmati setiap ibadah yang dijalaninya. Level orang-orang seperti ini di atas orang-orang yang beribadah karena terpaksa dan karena merasa butuh. Semoga kita termasuk orang-orang yang merasakan kenikmatan saat beribadah. Amin :)

Ketiga buah pilar ibadah itu tidak boleh satupun dicabut. Ketiganya harus dipupuk secara bersama-sama dan seimbang. InsyaAllah, dengan perwujudan cinta kita melalui ibadah kepada-Nya, kita dapat memupuk kecintaan kita terhadap Allah. Semoga kita dikaruniai manfaat atas rasa cinta kita kepada Allah. Amin :)

*Terinsiprasi dari kajian pekanan kamis sore di Masjid Besar Manarul Ilmi ITS.

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s