Ibu Rumah Tangga: Pendidik Kader Ideologis yang Berkualitas

Ketika asyik-asyiknya lagi Facebook-an, eh, saya nemu artikel menarik. Artikel ini benar-benar mewakili salah satu keinginan saya dalam rangka membina kader-kader ideologis saya kelak.

Duhai calon Ibu dari anak-anakku kelak, sempatkan baca artikel singkat ini ya:

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Dikutip dari perkataan ibu Ainun Habibie: “Mengapa saya tdk bekerja? Bukankah saya dokter? Memang. Dan sangat mungkin saya bekerja waktu itu. Namun saya pikir: buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yg barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan pada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan resiko kami kehilangan kedekatan pada anak sendiri?

Apa artinya tambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya tidak dapat saya timang sendiri, saya bentuk pribadinya sendiri? Anak saya akan tidak memiliki ibu.

Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja? Itulah sebabnya saya memutuskan menerima hidup pas-pasan. Tiga setengah tahun kami bertiga hidup begitu”.
#Ibu Hasri Ainun Habibie (alm.)#

Mudah2an itu bisa jadi semangat dan jawaban utk ibu-ibu yang berijazah yang berkorban demi keluarga & anak2nya.. Belajar dari kesuksesan orang2 hebat, selalu ada pengorbanan dari orang2 yang berada dibelakangnya yang mungkin namanya tidak pernah tertulis dalam sejarah.

Byk ibu yg menjemput nafkah hny dr rumahnya :) bgtu jg dg saya :D yg memilih bisnis utk membantu keuangan keluarga sy, yah paling tdk utk shopping sy sendiri tak perlu minta pd suami. Bgtu nyamannya mjdi bos utk diri sndri, sy yg mngatur smuanya, target penghasilan sy, jadwal kerja dan jadwal cuti sy, dsb. Krn sy ingin Rumah Tangga sy tetap terjaga, & anak2 sy tumbuh dgn penuh perhatian dr orgtuanya tdk hny dlm hal akademik, sy pun memiliki beban utk mendidik agamanya, krn mmg itulah peran sejatinya orgtua.

Jangan biarkan Anak² mu bersama pengasuh mereka #:-s
Bagaimana bila dibantu dg neneknya :/
Ah sdh cukup rasanya sy membebani org tua sy dgn mengurus sy sjak lahir sampai sy berumah tangga, kalau bgitu kpn lg qt mau memberikan ksempatan kpd orgtua qt utk penuh beribadah sepanjangwaktu di hr tuanya.

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Dik, ku tahu engkau memiliki riwayat prestasi yang begitu membanggakan.
Ku paham engkau telah merancang mimpi yang begitu mengagumkan.

Namun percayalah Dik,
Ibu rumah tangga bukan merupakan pekerjaan yang patut untuk direndahkan.
Engkau ‘kan membina anak² biologis dan ideologis kita ‘tuk jadi sebaik-baiknya insan.

Karena sesungguhnya peranmu dalam mendidik takkan pernah tergantikan.
Karena sesungguhnya merekalah yang akan menjadi investasi pahala di masa depan.

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s