Urgensitas Bisa Memasak bagi Wanita

222576_3891587090389_748104167_nMemasak merupakan pekerjaan dasar yang harus dikuasai oleh wanita. Banyak manfaat yang bisa didapat jika wanita bisa memasak. Salah satunya, mereka akan mampu menjadi perekat di keluarganya dengan membahagiakan suami dan anak-anak mereka melalui masakan mereka. Selain itu, mereka dapat menghemat pengeluaran keluarga. Tidak harus mahir, bisa memasak saja sudah cukup bagi seorang wanita.

Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman diiringi dengan menjamurnya isu kesamaan gender, beberapa kalangan kaum hawa berusaha mencari pembenaran bahwa mereka juga berhak untuk tidak belajar memasak. Mereka menganggap itu bukan pekerjaan khusus bagi seorang wanita. Padahal secara tidak tertulis dalam tatanan masyarakat Indonesia wajib hukumnya bagi seorang wanita untuk bisa memasak. Itu memang sudah kodrat wanita. Para liberalis memang sedang mengacak-acak tatanan bangsa yang tidak sepemikiran dengan mereka.

Well, pada postingan kali ini saya tidak akan membahas penetrasi pemikiran liberal melalui isu kesamaan gender tersebut. Terlalu berat topiknya :D. Saya hanya akan berbagi argumen pentingnya bisa memasak bagi seorang wanita .

Memasak adalah Pekerjaan Rumah Tangga bagi Wanita

Wanita memagang peranan penting dalam keluarga. Mereka adalah istri dari suami mereka. Mereka juga menjadi ibu dari anak-anak mereka. Membahagiakan suami serta mendidik dan mendewasakan anak-anak adalah tugas mereka. Untuk itu, mereka seakan-akan dituntut agar dapat bekerja secara multi tasking.

Seperti halnya mencari nafkah bagi keluarga adalah hal yang wajib dilakuakan oleh seorang Ayah, memasak merupakan hal yang harus dikuasai oleh seorang Ibu. Ibu yang baik adalah yang dapat menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya. Bukankah memasak adalah salah satu pekerjaan rumah tangga?!

Bisa Memasak dapat Membahagiakan Suami dan Anak-Anak

Saya teringat setiap saya pulang dari rutinitas SMA yang membosankan. Teriakan kedua setelah salam saat saya masuk ke rumah adalah, “Buk, masak apa hari ini”. Adik saya pun melakukan hal yang sama. Nah, bisa dibayangkan betapa dirindukannya masakan dari tangan seorang Ibu oleh anak-anaknya.

Masakah khas seorang Ibu memang memiliki daya ketertarikan tersendiri. Ada hal irasional yang mampu memperkuat cita rasa apapun yang dimasak seorang Ibu. Apalagi, jika seorang Ibu pada dasarnya pandai memasak. Wah, daya tariknya berlipat-lipat.

Daya tarik itulah yang menjadi perekat harmonisnya kondisi Rumah Tangga. Bayangkan saja, apa yang dirasakan seorang suami yang lelah seharian bekerja dan sabar menanti masakan istrinya, namun istrinya tidak memasak lantaran tidak bisa dan tidak mau belajar. Pasti kekecewaan yang luar biasa akan ia rasakan. Begitu juga yang akan dialami oleh anak-anaknya.

Dengan masakan seorang Ibu, keluarga dapat bercengkrama bersama menikmati hidangan yang disajikan. Saat berkumpul itulah timbul kedekatan-kedekatan di antara anggota-anggota keluarga.

Bisa Memasak dapat Menghemat Pengeluaran Belanja Keluarga

Saat ini harga bahan pokok cukup tinggi. Hal itu mengakibatkan harga makanan pun meningkat. Rata-rata harga makanan di kota-kota besar adalah 8rb-15rb untuk sekali makan. Untuk kebutuhan keluarga dengan dua anak dengan sehari tiga kali makan, ya tinggal dikalikan saja. Kemungkinan termahalnya: 3 x 4 x 15rb = 180rb. Itu hanya sehari. Berapa pengeluaran belanja keluarga untuk kebutuhan makan harian dalam satu bulan? 30 x 180rb = 5.4 juta. WOWW!!

Kepiawaian seorang Ibu dalam memasak dapat memangkas pengeluaran boros tersebut. Bahan dasar yang berupa bahan mentah berharga jauh lebih murah daripada jika kita beli makanan yang sudah jadi. Bahan-bahan dasar itupun juga masih bisa dimanfaatkan untuk beberapa hari. Jauh lebih hemat kan?!

Bisa Memasak dapat Meningkatkan Martabat Kaum Hawa di Mata Suaminya

Suami yang baik adalah yang bisa menghargai masakan istrinya. Semakin pandai seorang istri memasak, semakin sering ia akan dipuji oleh suaminya. Hal itu akan meningkatkan martabatnya di hadapan suaminya serta dapat memekarkan rasa cinta di antara keduanya.

Bayangkan apa yang terjadi jika seorang istri tidak bisa memasak. Bisa-bisa suami akan mencari warung untuk membeli makanan sehari-hari. Hal ini banyak menimbulkan kemudharatan. Istri akan merasa suaminya tidak memberi penghargaan kepadanya. Dan lebih parahnya lagi, suami bisa jadi akan cenderung jarang di rumah.

Memasak merupakan Ibadah

Membahagiakan suami adalah salah satu bentuk ibadah bagi seorang Istri. Seorang suami akan gembira jika ia disuguhi istrinya hidangan yang langsung dibuat dari tangan istrinya. Hal itu merupakan hidangan yang paling spesial baginya. Jika membahagiakan suami adalah akan mendapatkan pahala bagi seorang istri, maka memasak untuk membahagiakan suami pun merupakan bentuk pahala yang harus diraih seorang istri.

. . .

Saat ini cukup banyak calon ibu yang belum bisa memasak. Kunci agar bisa memasak hanya satu, berlatih. Karena hakikatnya memasak adalah suatu keahlian. Berikut ada beberapa tips bagi calon ibu yang saya dapat agar tidak gugup saat di dapur:

  1. Niatkan belajar memasak hanya karena untuk ibadah pada Allah, dengan cara membahagiakan suami dan keluarga tercinta.
  2. Pelajari tingkatan memasak dari yang mudah hingga yang kompleks. Contoh: untuk masakan dapat dimulai dari  gorengan-tumisan-sup-santan-pepes. Sedangkan untuk membuat kue dapat dimulai dari agar/puding-kue kering-bolu-lapis-hingga kue cita rasa dan tehnik hias tar.
  3. Biasakan mencoba resep dari mereka yang sudah pernah memasaknya langsung, karena terkadang setiap masakan punya trik tersendiri. Bila mencoba resep baru dari buku atau majalah, baiknya berkonsultasi dulu dengan mereka yang sudah lebih lihai di dapur.
  4. Jangan pernah putus asa ketika ada kegagalan saat proses, karena kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.
  5. Biasakan juga saat proses memasak, tidak menumpuk cucian bekas alat masak. Karena akan mengakibatkan kita hanya memasak 1 macam menu, tapi dapur terlihat seperti habis memasak 100 menu.
  6. Biasakan bersih dan hati-hati ketika proses memasak. Selesai memasak, dapur harus tetap bersih.
  7. Koleksi yang rapi menu atau resep favorit di buku khusus.

. . .

Selamat belajar memasak, selamat mempererat hubungan keluarga :) (/dew)

sumber :

http://nomor2.blogspot.com/2012/09/akhwat-harus-bisa-masak.html

http://islampos.com/harus-masak-akhwat/

5 thoughts on “Urgensitas Bisa Memasak bagi Wanita

  1. […] Jujur saat mengepos artikel ini, saya benar-benar malu. Kesanya. saya ini siapa, kok seenaknya sendiri menuntut agar calon istri […]

  2. Oh gpp mas, tapi jangan marah kalau istri makanan kurang nikmat, kata ustad yg disalahkan suaminya karena tak mau mengajari istrinya..

    Makasih sudah masukin link saya di sumber^^

  3. ijin nge-link ya mas. Pelajaran buat saya ni

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s