Sedang Mengejar Mimpi? Yuk Bejalar dari Atlet Panjat Tebing

tebing_cidomba_026Perumpamaan saya terkait seseorang yang berjuang meraih mimpinya adalah bagai seorang atlet panjat tebing. Dia menggunakan seluruh kemampuan otot tangan dan kakinya untuk memanjat tebing. Tujuannya adalah mencapai puncak dari tebing itu. Dia akan memperoleh kebahagiaan dan kepuasan saat mencapai puncaknya. Akan tetapi, bisa jadi oleh karena fisiknya yang kurang kuat dan faktor-faktor lainnya, dia terjatuh. Oleh karena itu, dia harus menyiapkan pengaman agar tidak cidera parah saat terjatuh.

Saat kita mengejar mimpi hakikatnya kita sama dengan seorang atlet panjat tebing. Kemampuan otot tangan dan kaki adalah seperti halnya kapasitas dan kepantasan diri kita untuk meraih tujuan, yakni mimpi. Kita akan bahagia jika dapat meraih mimpi. Akan tetapi, kita juga bisa merasa sedih dan kecewa jika kita gagal meraihnya. Kita juga wajib menyiapkan mental yang kuat untuk menerima segala kemungkinan buruk sebagai resiko dari pencapaian mimpi kita.

Jika kita telaah lebih lanjut, terdapat tiga poin utama analogi mengejar mimpi dan memanjat tebing. Bahkan, salah satu arti filosofi dari permainan memanjat tebing adalah seberapa kuat kita berjuang untuk meraih mimpi kita. Simulasi mengejar mimpi nih, Wew

Meningkatkan Kemampuan Diri untuk Menjadi Pantas

Sebelum beraksi di arena, atlet panjat tebing harus berlatih secara gigih dan rutin. Ia memperkuat otot-otot tangan dan kakinya agar mampu memanjat dengan lebih kokoh dan lincah. Tidak main-main, ia juga harus menjaga kondisi prima tubuhnya agar siap untuk memanjat. Harapannya tidak lain adalah dapat memanjat tebing sampai meraih puncak tebing tersebut.

Bagaimana dengan kita saat meraih mimpi? Apa mimpi yang kita idam-idamkan tiba-tiba terwujud. Yah, katakanlah seperti saat memenangkan undangan berhadian gitu?! Hmm, nampaknya tidak akan ada keberuntungan yang datang pada seseorang yang tidak pantas untuk menerimanya. Karena Allah adalah zat yang maha adil lagi maha bijaksana. Jika mau beruntung, hanya ada satu caranya, yakni memantaskan diri. Titik.

Untuk meraih mimpi kita harus menyiapkan segala kapasitas yang berkaitan dengan mimpi kita. Mimpi mendapat beasiswa S3 di Jerman misalnya. Ya penuhi kemampuan Bahasa kita, buat proposal Riset Penelitian Desertasi sebaik dan sekreatif mungkin, buat Motivation Letter semenarik mungkin, dan lain sebagainya. Ingat, kepantasan adalah hal yang mutlak dibutuhkan agar mimpi dan rezeki kita dapat diturunkan oleh-Nya.

Menganalisis Segala Faktor yang Berkaitan

Analisis apa saja hal yang dibutuhkan untuk meraih mimpi. Jika sudah paham, maka saatnya kita menyiapkan sebaik-baiknya pada hal-hal tersebut. Seorang atlet pemanjat tebing akan paham, bahwa banyak hal yang mempengaruhi sukses tidaknya ia dalam mencapai puncak. Selain kemampuan otot tangan dan kaki untuk memanjat, faktor kuatnya angin, licin-tidaknya permukaan tebing, dan faktor-faktor lainnya.

Pun kita sebagai pejuang peraih mimpi. Selain faktor kecakapan pribadi kita, terdapat banyak faktor lainnya yang turut mempengaruhi. Salah satunya adalah faktor relasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa relasi juga mendukung kesuksesan kita. Jika kita bergaul dengan orang-orang yang berkapasitas luar biasa, maka atmosfer dan gairah untuk meraih kesuksesan juga meningkat. Begitu juga sebaliknya. Relasi juga berpengaruh untuk mempermudah jalan. Dengan mengenal orang-orang yang lebih ahli atau berpengalaman, kita akan mendapat informasi pintas berupa tips dan trik untuk meraih kesuksesan yang kita tuju.

Faktor lain yang tidak boleh dilupakan adalah faktor ketentuan Tuhan. Sebagai makhluk beragama, kita percaya bahwa Tuhan-lah yang pada akhirnya menentukan sukses-tidaknya usaha kita. Tuhan Maha adil lagi bijaksana, jika kita berusaha dengan keras dan sesuai dengan jalan-Nya, maka Ia akan memberi balasan yang setimpal.

Bahkan jika kita tidak meraih mimpi kita setelah berusaha mati-matian, Tuhan pasti dengan ke-maha-bijaksanaan-Nya mengganti pencapaian kita dengan yang lebih baik dan sesuai. Karena sesungguhnya cara Doa dikabulkan ada 3: dikabulkan sesuai permintaan, ditunda untuk dikabulkan, dan diganti dengan yang lebih sesuai.

Siapkan Tali Pengaman Terbaik

Saat memanjat tebing, atlet akan memakai peralatan pengaman yang baik. Hal itu bertujuan untuk mengamankan jika suatu saat dia tergelincir dan terjatuh. Saat terjatuh, ia akan menggantung di tali tersebut, kemudian bisa ia lanjutkan untuk memanjat menuju puncak tebing. Akan fatal jika hal ini tidak disiapkan. Bisa saja dia cidera dan tidak dapat memanjat tebing lagi.

Begitu juga kita saat berjuang menggapai mimpi kita. Boleh saja kita berjuang untuk meraih mimpi setinggi mungkin. Namun, kita tetap harus menyiapkan segala hal yang memperkuat diri kita jikalau kita terjatuh saat menggapainya. Biasanya semakin tinggi mimpi yang kita kejar, semakin optimis kita bisa mencapainya, semakin lupa kita kita menyiapkan diri dengan kemungkinan terburuk.

Analisis seperti apa kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi. Setelah berjuang dengan sangat keras, saat-nya kita menyerahkan hasil perjuangan kita kepada Sang Maha Menentukan. Saat itu pulalah kita menyiapkan diri jika kemungkinan terburuk lah yang kita hadapi. Kita harus sedia tali terbaik agar saat terjatuh, kita dapat dengan mudah kembali memanjat mimpi-mimpi kita yang lain.

. . .

Tidak ada satu fenomena di dunia ini yang tidak bisa kita ambil hikmahnya. Karunia akal yang kita punya haruslah dapat kita optimalkan untuk mencari pembelajaran dari segala sesuatu di dunia ini. Pun pada analogi atlet pemanjat tebing yang telah kita bahas. Semoga kita bersemangat untuk memantaskan diri, kita dapat menyiapkan segala faktor yang turut mempengaruhi, dan kita siap dengan segala kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi. Semangat menggapai puncak tebing kita masing-masing :) (/dew)

One thought on “Sedang Mengejar Mimpi? Yuk Bejalar dari Atlet Panjat Tebing

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s